Positif Covid-19, 15 Jenazah Dimakamkan di Sleman

  Senin, 17 Mei 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi foto pemakaman jenazah dengan prokes pemulasaran Covid-19 [Suara.com/Alfian Winanto]

SLEMAN, AYOYOGYA.COM -- Tim Dekontaminasi dan Pemakaman Satgas Penanganan Covid-19 Sleman memakamkan 15 jenazah pasien Covid-19 pada hari pertama dan kedua Lebaran.

"Posko Dekontaminasi dan Pemakaman Covid-19 Sleman pada Lebaran tetap memberikan pelayanan. Pada lebaran hari pertama dan kedua total ada 15 jenazah pasien Covid-19 yang dikebumikan," kata Koordinator Posko Dekontaminasi dan Pemakaman Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman Makwan, Minggu (16/5/2021).

Menurutnya, pada hari pertama Lebaran, Kamis (13/5), ada tujuh jenazah pasien Covid-19 yang dikebumikan. Sedangkan pada hari kedua lebaran ada delapan jenazah pasien Covid-19 yang dikebumikan.

"Pemakaman jenazah pasien Covid-19 wajib mengacu pada SOP penanganan Covid-19. Sehingga posko dekontaminasi selalu siaga untuk bertugas kapanpun," katanya, dilansir dari Antara dan Republika.

Ia mengatakan, selain melaksanakan tugas pemakaman jenazah pasien Covid-19, posko dekontaminasi dan pemakaman juga bertugas melakukan dekontaminasi armada ambulans dan kendaraan operasional lainnya.

"Posko Dekontaminasi dan Pemakaman Satgas Covid-19 Sleman siaga 24 jam dalam tujuh hari seminggu, guna menunaikan tugas kemanusiaan," kata Makwan.

Dia mengatakan, kegiatan dekontaminasi kendaraan ambulans maupun mobil jenazah yang membawa pasien Covid-19 dilaksanakan di posko dekontaminasi yang berada di area Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman di Jalan KRT Pringgodiningrat, Beran, Tridadi.

"Kami sangat mengapresiasi dedikasi seluruh anggota tim dekontaminasi dan pemakaman satgas Covid-19, bekerja menggunakan alat pengaman diri (APD) bukanlah hal yang mudah, terlebih menangani dan mengebumikan jenazah," katanya.

Ia mengatakan, selain bermodal semangat kerja keras dan keikhlasan, setiap harinya sebelum menjalankan tugas, tim diberikan arahan atau safety briefing, evaluasi dan serah terima antarketua tim, serta selalu dalam pengawasan pengendali posko dekontaminasi.

"Tim terdiri dari gabungan unsur BPBD Kabupaten Sleman, PMI Kabupaten Sleman, dan komunitas relawan di bawah koordinasi Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS)," katanya.

Tim dekontaminasi dan pemakaman ini, kata dia, telah menerima bimbingan teknis Panduan Desinfeksi dalam Rangka Pencegahan Penularan Covid-19, dan panduan tentang penggunaan APD bagi petugas dan pelatihan penanganan/pemulasaraan jenazah selama pandemi.

"Tim juga terus berdiskusi tentang perkembangan terbaru Covid-19 bersama narasumber ahli. Selain itu, untuk memastikan kesehatan anggota tim, maka dilakukan vaksinasi Covid-19, pemeriksaan kesehatan secara berkala oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman," katanya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar