Cara Merawat Anak yang Covid-19 dengan Gejala Ringan di Rumah

  Sabtu, 15 Mei 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi - gejala Covid-19 pada anak (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

AYOYOGYA.COM -- Covid-19 dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak.

Terlebih kondisi saat ini terdapat varian baru virus corona, terutama dari India B1617, yang disebut lebih cepat menular ke orang lain.

India yang tengah alami gelombang kedua paparan Covid-19 akibat varian baru virus tersebut juga mengalami lonjakan pasien anak-anak. Sama seperti sebagian orang dewasa, anak-anak yang terinfeksi Covid-19 juga tidak selalu menunjukkan gejala atau bergejala ringan sehingga bisa saja melakukan isolasi mandiri di rumah. 

Dikutip dari Indian Express dan Suara.com, Kementerian Kesehatan India telah menetapkan beberapa pedoman untuk mengidentifikasi tingkat keparahan infeksi dan perawatan yang diperlukan pada anak-anak yang positif Covid-19, terutama jika melakukan isolasi mandiri di rumah.

Gejala Ringan

Anak-anak dengan kasus ringan mungkin menunjukkan gejala seperti sakit tenggorokan, rinore atau batuk tanpa kesulitan bernapas. Beberapa anak mungkin memiliki gejala gastrointestinal atau gangguan sistem pencernaan.

Anak-anak yang asimtomatik atau memiliki infeksi Covid-19 gejala ringan dapat ditangani dengan isolasi di rumah dan pengobatan simptomatik, termasuk mereka yang memiliki kondisi komorbiditas yang mendasari seperti penyakit jantung bawaan, penyakit paru-paru kronis, disfungsi organ kronis, dan obesitas.

Pengobatan untuk Kasus Ringan

Untuk demam: Parasetamol 10-15 mg / kg / dosis, dapat diulang setiap empat sampai enam jam

Untuk batuk: obat pereda tenggorokan seperti obat kumur hangat untuk anak-anak dan remaja

Cairan dan makanan: pastikan cairan oral untuk menjaga hidrasi dan makanan bergizi

Antibiotik: Tidak Dibutuhkan

Menurut Kementerian Kesehatan, tidak diperlukan obat hidroksiklorofin, Favipiravir, Ivermectin, lopinavir / ritonavir, Remdesivir, Umifenovir, imunomodulator termasuk Tocilizumab, Interferon B 1 a, Infus plasma konvalesen atau deksametason.

Orang tua atau pengasuh dapat menyimpan grafik pemantauan untuk menghitung laju pernapasan dua-tiga kali sehari ketika anak tidak menangis, dada tertarik, perubahan warna tubuh kebiruan, ekstremitas dingin, warna urin, saturasi oksigen melalui oksimeter denyut, asupan cairan dan tingkat aktivitas anak.

Selain itu, tetap dibutuhkan konsultasi dengan dokter secara teratur untuk memastikan kondisi anak stabil.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar