Masuk Syawal, Ratusan Pasangan di Gunungkidul Ajukan Pernikahan

  Jumat, 14 Mei 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi nikah (Pixabay)

GUNUNGKIDUL, AYOYOGYA.COM — Para calon pengantin tampaknya mengincar bulan Syawal sebagai waktu yang tepat untuk menggelar pernikahan.

Buktinya, ratusan pasang kekasih di Gunungkidul mengajukan pernikahan pascaLebaran ini. 

Berdasarkan catatan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul, dua bulan ini, yaitu Mei dan Juni ternyata jumlah pasangan yang mendaftar untuk menikah mengalami peningkatan. Dari 18 Kantor Urusan Agama (KUA) di 18 Kapanewonan yang ada di Gunungkidul, setidaknya ada 652 pasangan yang akan menikah di bulan Syawal ini.

"Selama ini bulan Syawal memang masih dianggap baik, terutama masyarakat Jawa," tutur Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kemenag Gunungkidul, Supriyanto, Jumat (14/5/2021).

Supriyanto menyebut, bulan Mei ini setidaknya ada 518 pasangan yang mengajukan akad nikah, sementara bulan Juni ada 134 pasangan. Sebagian besar mereka mengajukan akad nikah di rumah mempelai perempuan dan hanya sedikit yang di KUA, sehingga dipastikan ada hajatan.

Kendati demikian, ia menandaskan hajatan pernikahan memang sudah diperkenankan digelar. Namun dengan catatan pernikahan tersebut harus dilaksanakan melalui protokol kesehatan yang ketat di antaranya selalu mengenakan masker, jaga jarak dan cuci tangan menggunakan sabun.

"Tidak diperkenankan prasmanan. Jadi pakai snack box," tambahnya, dilansir dari SuaraJogja.id—jaringan Ayoyogya.com.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawati mengatakan,  pemerintah tidak bisa melarang warganya untuk menyelenggarakan hajatan. Hanya saja hajatan tersebut harus sesuai dengan protokol kesehatannya telah ditentukan dan diterapkan dengan ketat.

Hajatan tidak diperkenankan dilaksanakan di zona merah penyebaran Covid-19. Dan kebetulan di kabupaten itu tidak ada satu pun RT yang masuk kategori zona merah yang ada hanyalah zona orange masing-masing di Kapanewonan Saptosari dan Patuk.

"Kalau zona merah memang tidak boleh ada kegiatan sosial. Jadi tidak boleh ada hajatan. Tapi di Gunungkidul kan tidak ada zona merah," tambahnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar