Orang Tua Mahasiswa Keluhkan Tak Ada Lagi Potongan SPP dari Pemerintah

  Rabu, 05 Mei 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Heru Susanto (51) keluhkan pembayaran SPP yang tak mendapat potongan lagi dari pemerintah (Dok Adinda Shava Rahmadani)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Pandemi Covid-19 selama lebih dari setahun ini membuat banyak perubahan, tak terkecuali di sektor pendidikan.

Wabah penyakit dari virus corona tersebut memaksa sekolah dan kampus untuk menggelar kegiatan belajar mengajar secara daring. Sistem belajar secara online tersebut ternyata banyak dikeluhkan oleh orang tua murid dan mahasiswa. Salah satu persoalannya adalah pengeluaran orang tua menjadi membengkak lantaran harus isi paket data.

Selain itu, sebagian juga mengeluh terkait pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang semakin lama tak mendapatkan potongan lagi dari pemerintah. Padahal fasilitas yang didapatkan oleh sang anak tak sama seperti keadaan sebelum pandemi. Hal itu yang dirasakan oleh Heru Susanto (51), warga Depok, Sleman, DIY.

"Ya, memang benar saya memiliki tiga orang anak, yang pertama sudah selesai kuliah, tinggal dua orang anak saja yang masih kuliah dan harus saya biayai," ungkapnya belum lama ini.

"Apalagi biaya yang saya keluarkan tidak sedikit sebulannya berkisaran Rp5-Rp10 juta untuk dua anak saja. Itu belum termasuk biaya rumah dan juga biaya kuota. Sedangkan saya hanya bekerja serabutan dan itu pun tidak tetap," tambahnya.

Ia mengatakan bahwa potongan SPP bagi anaknya hanya didapat pada awal pandemi saja. Setelah itu, Heru harus membayar full biaya SPP sama seperti sebelum adanya pandemi.

"Padahal yang kita tahu mahasiswa ataupun murid tidak mendapatkan fasilitas seperti yang mereka dapat sebelum adanya pandemi," ungkapnya.

Sementara itu, untuk mencukupi kebutuhan hidup Heru bekerja sebagai makelar tanah dan rumah. "Jadi kalau semisal dapat komisi dari itu saja sudah lumayan banyak tetapi ketika sedang tidak ada pembeli ya tidak ada uang yang masuk sama sekali," tandasnya.

 

*) Penulis: Adinda Shava Rahmadani dan I. Soni Kurniawan, S.E., M.Sc. dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar