Jelang Lebaran, Ketersediaan BBM dan Elpiji di Sleman Aman

  Selasa, 04 Mei 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi pengisian BBM di SPBU (Shutterstock)

SLEMAN, AYOYOGYA.COM -- Pemkab Sleman meninjau ketersediaan BBM dan elpiji di SPBE Jatirata Mitra Mulya.

Hal ini dilakukan dalam rangka memastikan ketersediaan jelang Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.

Peninjauan tersebut untuk memberikan pengawasan dan pengendalian serta evaluasi terhadap ketersediaan dan kelancaran pendistribusian baik kepada BBM nonsubsidi dan LPG tiga kilogram bersubsidi. Sehingga, bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.

Usai melakukan tinjauan, Bupati Sleman Kustini Purnomo mengatakan, persediaan LPG tiga kilogram terpenuhi jelang Idulfitri. Ia mengapresiasi kepada PT Pertamina karena sudah memberikan pelayanan produk yang baik kepada masyarakat Sleman.

"Pelayanan produk yang sudah baik ini saya harap dapat dipertahankan karena BBM dan LPG merupakan kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat, terlebih jelang Lebaran," kata Kustini, Senin (3/5//2021).

Pemilik SPBE Jatirata Mitra Mulya, Arianto Sukoco menuturkan, memang terjadi peningkatan stok 6-8 persen menjelang Lebaran. Dari yang biasanya sekitar 50 metrik ton, belakangan terjadi peningkatan menjadi kurang lebih 55 metrik ton.

"SPBE Jatirata Mitra Mulya siap menjaga stabilitas suplai di pasar," ujar Arianto, dilansir dari Republika.co.id--jaringan Ayoyogya.com.

Terpisah, Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho, turut memberikan apresiasi Pemkab Sleman. Yang mana, telah membantu memastikan ketersediaan bahan bakar untuk masyarakat.

"Dengan adanya sinergi antara Pertamina dengan pemerintah daerah serta pemangku kebijakan lain tentu penyediaan kebutuhan energi untuk masyarakat dapat semakin terjamin," kata Brasto.

Ia turut mengantisipasi bila ada kemungkinan lonjakan kebutuhan, terutama saat mendekati Lebaran. Salah satunya dilaksanakan Pertamina menjalankan program digitalisasi SPBU untuk menjaga keamanan pasokan BBM secara real time.

Selain itu, digitalisasi membuat mereka dapat melakukan mulai dari monitoring stok yang tersedia di SPBU. Kemudian, melakukan monitoring penerimaan BBM saat bongkar muat dari mobil tangki sampai penjadwalan otomatis dari pengiriman BBM ke SPBU.

"Khusus di wilayah Jateng dan DIY, sebanyak 821 SPBU sudah menerapkan Digitalisasi SPBU, untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir," ujar Brasto.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar