Zona Merah Bermunculan, Sultan Minta Satgas 3 Kabupaten Tegas

  Senin, 03 Mei 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Gubernur DIY Sri Sultan HB X - (SuaraJogja.id/Putu)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM — Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta satgas Covid-19 di tiga kabupaten lebih tegas.

Sebab saat ini muncul zona merah dan oranye di Sleman, Bantul dan Gunungkidul. Bahkan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro beberapa bulan terakhir, tidak ada penurunan kasus positif COVID-19 yang signifikan. Alih-alih turun, kasus baru justru bertambah cukup banyak setiap harinya.

"Kemarin enggak ada zona merah, sekarang ada merah," ujar Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (3/5/2021).

Menurut Sultan, zona oranye di DIY saat ini mencapai 21 titik. Padahal sebelumnya hanya tiga titik di Sleman, Bantul maupun Gunungkidul.

Sementara zona merah di DIY saat ini sudah mencapai 8 RT. Padahal sebelumnya 95 persen wilayah DIY termasuk zona hijau.

"(Karenanya) Bantul, Sleman, Gunungkidul yang paling besar (kasus Covid-19) saya harap kepala daerah itu saya mohon untuk awasi kinerja satgas kabupaten maupun desa, kecamatan bisa lebih baik," ungkapnya, dilansir dari Suara.com--jaringan Ayoyogya.com.

Sultan menambahkan, satgas harus tegas memperingatkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Aturan tersebut harus diberlakukan baik di dalam lingkungan rumah maupun saat mereka keluar rumah. Sebab penularan COVID-19 saat ini lebih banyak di tingkat keluarga. Bila tidak patuh protokol kesehatan, maka klaster-klaster lingkungan terdekat akan terus bertambah.

"Kerumunan tidak hanya dengan tetangga tetapi keluarga cukup besar juga, kerumunan kalau di rumah enggak pakai masker bapak, ibu anak, ada cucu, saudara, sering tidak diantisipasi karena dianggap keluarga sehingga bukan aspek kerumunan di Yogyakarta tetapi hubungan keluarga yang jadi klaster itu besar," imbuhnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar