Pemberi Satai Beracun Terancam Hukuman Mati

  Senin, 03 Mei 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Konferensi pers kasus sate sianida yang dikirim wanita misterius di Polres Bantul, Senin (3/5/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM — NA, pengirim satai beracun dijerat pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

NA diancam dengan penjara 20 tahun dan juga terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

"Atas perbuatan pelaku NA ini diancam dengan hukuman penjara, bahkan terancam hukuman mati," terang Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkhan Rudy Satria saat Konferensi Pers di Mapolres Bantul, Senin (3/5/2021).

Ia menjelaskan bahwa NA memiliki rencana yang sudah dipersiapkan sejak lama. Hal itu karena NA sakit hati dengan orang berinisial T, dan memberikan satai yang sudah dicampur dengan racun Kalium Sianida (KCN).

"Sudah ada perencanaan yang dia siapkan sejak lama. Motifnya dia memberi sate (beracun) itu karena sakit hati dengan targetnya (T)," ungkap Burkhan, dilansir dari Suara.com—jaringan Ayoyogya.com.

Ia melanjutkan bahwa sebelumnya NA sudah cukup lama berhubungan dengan T. Namun dalam perjalanan waktu, T menikah dengan orang lain, bukan kepada NA.

"Karena target ini menikah dengan orang lain tidak dengan dirinya (NA). Lalu berencana memberikan satai itu kepada target T," ungkap Burkhan.

Kasus tersebut, lanjut Burkhan, ada dugaan salah sasaran dalam mengirimkan sate beracun. Pelaku, yang berencana mengirim ke rumah T, malah tak sesuai rencana dan satai diterima driver ojek online.

"Ada dugaan salah sasaran karena sasaran awalnya ke orang berinisial T ini. Tetapi target tidak mau menerima dan diberikan kepada driver ojol, ketika dikonsumsi oleh anaknya menyebabkan satu orang meninggal," ujar Burkhan.

Disinggung siapa dan apa profesi penerima satai berinisial T ini, Burkhan menyebut jika T berprofesi sebagai pegawai negeri.

"(Pekerjaan T) Pegawai Negeri," singkat Burkhan.

Ditanyai adakah kaitannya dengan petugas kepolisian di Polresta Jogja, Burkhan tak banyak menjelaskan lebih detail.

"Masih kami selidiki, belum bisa kami simpulkan seperti itu," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar