Gurihnya, Emping Melinjo Mbah Dar

  Selasa, 27 April 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Proses pembuatan emping melinjo Ibu Daruwah (Tiara Imania/mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta)

BANTUL, AYOYOGYA.COM –  Emping adalah sejenis camilan atau makanan ringan berupa keripik yang terbuat dari biji melinjo atau belinjo.

Meskipun emping memiliki sedikit rasa pahit ternyata banyak orang yang suka terhadap makanan ini.

Salah satu pembuat atau perajin emping melinjo adalah Daruwah yang berasal dari Desa Jambidan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Ia sudah lama bergerak di usaha ini, tapi masih dalam skala industri rumahan.

Kurang lebih sudah 10 tahun Mbah Dar panggilan akrabnya membuat emping melinjo. Meski masih tergolong kecil-kecilan dan sebagian besar pekerjaan dalam pembuatan ini dilakukan dia sendiri, tetapi ia mampu membuat per harinya 3 kilogram (kg) emping mentah.

Bahan dasar melinjo pun masih dibeli dari pengepul tidak panen sendiri. Pembuatan emping juga masih dilakukan dengan cara yang tradisional, bukanlah modern, apalagi instan.

“Saya membuat ini sendirian dari mulai menggoreng melinjo mentah dengan pasir lalu ditumbuk selagi panas-panasnya dan lalu di jemur dibawah sinar Matahari,” ungkapnya belum lama ini. 

Beliau juga dapat membuat rata-rata per harinya 3 kg emping mentah, dari 3 kg emping mentah itu dibutuhkan 6 kg melinjo mentah. Jadi, semisal ingin membuat 1 kg emping, maka dibutuhkan 2 kg melinjo. Emping mentah sudah jadi, biasanya tidak dititipkan ke warung-warung melainkan hanya yang ingin berpesan saja.

“Saya tidak jual ke warung ataupun toko oleh-oleh, tetapi biasanya ada yang sudah memesan jauh-jauh hari lalu dijual kepada mereka saja,” ujarnya.

Satu kilogram emping dihargai dengan Rp70.000, konsumen tinggal menggoreng di rumah jika suka tanpa rasa gurih. Tetapi boleh juga jika ingin rasa gurih/asin ditambahkan garam dengan cara sebelum digoreng, dijemur dahulu di bawah sinar matahari dengan air garam dengan cara melumurinya saja. Kendati tidak ditambahkan air garam pun rasanya sudah enak. 

 

*) Penulis: Tiara Imania dan I. Soni Kurniawan, S.E., M.Sc. dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar