Tradisi Ramadan di Kampung Jogokariyan Dulu dan Kini

  Minggu, 18 April 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Suasana pasar sore di Kampoeng Ramadhan Jogokariyan (KRJ) Ramadan 2021 atau 1442 H, yang tetap diselenggarkan. Ratusan stan dagangan makanan untuk berbuka puasa atau takjil sudah berderet rapi di sepanjang Jalan Jogokariyan pada Selasa (13/4/2021) sore. - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

KOTA YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM — Sejumlah tradisi di kampung Ramadan telah disesuaikan agar warga merasa aman.

Kendati maih pandemi, pasar sore Kampoeng Ramadhan Jogokariyan (KRJ) 2021 tetap dilaksanakan. Tapi tentu saja, protokol kesehatan diterapkan secara ketat demi mengurangi penularan virus Covid-19.

Lalu apa perbedaan tradisi Kampoeng Ramadhan Jogokariyan dulu dan sekarang? 

 

C689-FA98-A31-C-4532-A3-F9-82-DEAE2-B43-CB

Berbuka puasa di Masjid Jogokariyan sebelum pandemi. (Suara.com/Rahmat Ali)

 

Dulu

Melansir dari Suara.com--jaringan Ayoyogya.com, sebelum pandemi, tentu saja Kampoeng Ramadhan Jogokariyan jauh lebih ramai pengunjung dan juga lapak pedagang.

Jarak antara pedagang satu dengan orang berjualan lainnya juga tidak terbatas. Tidak sedikit pula pengunjung yang sudah bersiap-siap untuk berbuka puasa di area Masjid Jogokariyan maupun emperan jalan KRJ.

Ya, biasanya menjelang waktu berbuka, orang-orang telah mengantre mengambil takjil piring terbang yang disusun bertingkat pada sebuah wadah rangka besi nan unik.

Suasana guyub terasa, kala pedagang lain membawakan piring terbang kepada penjual lainnya yang tengah sibuk melayani pembeli.

Begitu adzan berkumandang, pedagang dan juga para pengunjung KRJ biasanya akan bergotong-royong menggelar tikar di tengah jalan tak jauh dari area masjid.

Tak pandang bulu, dalam satu tikar terkadang para pengunjung saling berbagi jajanan yang sudah mereka beli sejak sore hari di KRJ.

Bagi yang tidak kebagian tikar, biasanya pengunjung tetap merasa enjoy menikmati jajanan atau makanan di pinggir jalan. Ya, karena hal ini menjadi salah satu momen seru ketika Kampoeng Ramadhan Jogokariyan berlangsung.

 

34882490-5-C02-4-C84-B27-A-1914589-D0-EF5

Sejak sehabis waktu shalat Ashar, pengunjung sudah mulai berdatangan di Kampoeng Ramadhan Jogokariyan, Sabtu (17/4/2021). (Suarajogja/Arendya)

 

Kini

Jelas, menurut pantauan wartawan banyak pemandangan berbeda antara Kampoeng Ramadhan Jogokariyan dulu dan sekarang.

Banyak hal yang kini disesuaikan dengan situasi pandemi di KRJ Ramadan 2021, misalnya saja, pedagang saat ini diwajibkan untuk melakukan tes GeNose terlebih dahulu.

Kemudian, para pedagang tampak mengenakan semacam tanda pengenal di leher mereka masing-masing. Jarak lapak pedagang juga tak serapat tahun-tahun sebelumnya demi menghindari kerumunan yang berisiko.

Kini juga tersedia beberapa titik hand sanitizer untuk pengunjung yang disediakan oleh petugas di KRJ.

Tampak sejak pukul 16.00 tidak sedikit orang yang berdatangan, mulai memilih menu buka puasa seperti jajanan hingga berbagai macam lauk pauk.

Sayangnya, tahun ini pihak Masjid Jogokariyan terpaksa meniadakan tradisi takjil piring terbang dan menggantinya dengan agenda bagi-bagi nasi kotak yang kemudian bisa dibawa pengunjung ke rumah.

Hal ini tentu saja dilakukan demi meminimalisir terjadinya penularan virus corona Covid-19.

Kendati demikian, antusiasme pengunjung KRJ di Ramadan 2021 ini terbilang tetap tinggi dan meriah.

Ragam jajanan dan lauk yang ditawarkan pedagang juga kian beragam, mulai dari kekinian hingga makanan jadul semuanya tersedia di KRJ.

Semoga pandemi virus corona Covid-19 ini segera usai ya, agar tradisi piring terbang dan juga keseruan lainnya di Kampoeng Ramadhan Jogokariyan pada tahun-tahun berikutnya bisa terlaksana.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar