Wisatawan Melonjak, Parangtritis Jadi Tempat Favorit Padusan

  Senin, 12 April 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Sejumlah pengunjung nampak bermain di bibir pantai sembari melakukan padusan di Pantai Parangtritis, Bantul, Senin (12/4/2021). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

BANTUL, AYOYOGYA.COM — Jelang bulan puasa, Pantai Parangtritis didatangi banyak pengunjung.

Masyarakat memilih pantai untuk melaksanakan tradisi padusan dalam menyambut Ramadan tahun ini. Meski tak seramai kondisi normal, namun jumlah pengunjung pantai di Bantul menunjukkan peningkatan.

Koordinator TPR Parangtritis, Rohmad Ridwanto mengungkapkan memang ada peningkatan jumlah pengunjung Pantai Parangtritis untuk melaksanakan tradisi padusan kali ini. Dibanding dengan hari Senin pekan lalu, pihaknya mencatat ada peningkatan jumlah pengunjung.

"Tadi hingga pukul 14.00 WIB, pengunjung Parangtritis sudah mencapai 2.370 orang," ujar Rohmad, dilansir dari Suara.com—jaringan Ayoyogya.com, Senin (12/4/2021).

Rohmad menuturkan, di hari Senin ini kunjungan ke Parangtritis didominasi oleh kendaraan roda dua plat lokal dan seputaran DIY. Hal ini wajar karena pada hari terakhir sebelum memasuki bulan Ramadan memang masih hari kerja sehingga kunjungan keluarga masih minim.

Berbeda dengan pantai Parangtritis, pantai wilayah barat Kabupaten Bantul cenderung lengang. Hingga pukul 14.00 WIB tadi, jumlah pengunjung pantai wilayah barat Bantul baru mencapai 375 orang. Masing-masing Pantai Samas 200 orang, Pantai 

Gua Cemara 25 orang, Pantai Kwaru 25 orang dan Pantai Pandansimo ada 125  orang.

"Memang agak sepi. Mungkin hari ini karena hari pertama kerja,"ujar koordinator TPR wilayah barat Bantul, Suto Akhir.

Kepala Seksi Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi menuturkan, sehari menjelang puasa memang ada tradisi Padusan yang biasanya dilaksanakan umat muslim. Biasanya mereka mencari destinasi air untuk melaksanakan tradisi tersebut.

"Dan kami memprediksi jumlah pengunjungnya mencapai 3.000 orang pada hari Senin ini atau sehari sebelum puasa," kata lelaki yang akrab dipanggil Ipung. 

Meski pada bulan Ramadan nanti jumlah pengunjung akan mengalami penurunan cukup drastis, namun pihaknya mencatat hari pekan kemarin jumlah pengunjung tertinggi selama 2021 ini. Bahkan jumlah pengunjung pekan kemarin lebih banyak dibanding libur panjang Perayaan Paskah sebelumnya.

Dari data yang ada di Dinas Pariwisata Bantul, jumlah pengunjung mulai tanggal 5 April hingga 11 April 2021 mencapai 48.309 orang dengan PAD sekitar Rp.470 juta. Dibanding dengan libur panjang Paskah dari tanggal 1-4 April tercatat ada kenaikan 19,49% dan dibanding Minggu terakhir Maret yaitu 29 Maret-4 April ada kenaikan 1,24%.

"Pekan kemarin jumlah pengunjungnya terbanyak selama 2021 ini," ungkapnya.

Obati Rindu

Tradisi Padusan yang diperbolehkan Pemkab Bantul di Pantai Parangtritis disambut baik oleh masyarakat Bantul. Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul yang biasa menjadi lokasi padusan masyarakat menjelang puasa Ramadan ramai didatangi orang, Senin (12/4/2021).

Salah seorang warga Samarinda yang tinggal di Yogyakarta, Amar menjelaskan bahwa pihaknya cukup bersemangat menjalani puasa di bulan Ramadan. Ditambah lagi, tradisi padusan bisa dia lakukan setelah pemerintah mengizinkannya.

"Saya sudah lama tinggal di Jogja dengan anak istri. Biasanya mandi sebelum memulai puasa saya lakukan di Parangtritis. Namun karena kemarin pandemi Covid-19 acara padusan kan ditiadakan," kata Amar ditemui wartawan di pantai Parangtritis, Senin.

Dirinya merasa bahwa tradisi padusan harus dia lakukan. Mengingat adanya Covid-19 yang cukup berbahaya, ia mengurungkan niat tersebut.

"Karena untuk kebaikan bersama dan keluarga, saya memilih mengurungkan niat itu dulu. Daripada tertular Covid-19. Disamping itu pemerintah sebelumnya melarang datang ke Parangtritis," jelas dia.

Dengan diizinkannya padusan di tahun ini, Amar mengaku lebih berani untuk melakukan tradisi tersebut. Di sisi lain, adanya vaksinasi ke sejumlah kelompok masyarakat, diharapkan metabolisme tubuh lebih kuat.

"Saya sekarang merasa yakin dan lebih berani ketimbang sebelum ada vaksin. Ya memang sebagai antisipasi saya tidak lama-lama berendamnya. Setelah itu segera membersihkan diri dan memakai masker lagi," ujar dia.

Pengunjung Pantai Parangtritis lainnya, Tesar mengaku masih takut untuk berendam di pantai. Dirinya datang hanya untuk berlibur, ia memilih tidak melakukan padusan dahulu.

"Biasanya saya ikut padusan ketika pulang ke Sragen, rumah saya. Tapi karena situasi masih covid-19 ini, saya memilih tidak padusan dulu. Niat ke pantai ini untuk liburan saja," ujar Tesar yang masih menempuh pendidikan Perguruan Tinggi di Yogyakarta itu.

Terpisah, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa tradisi padusan tak dilarang untuk dilakukan masyarakat. Kendati begitu pihaknya hanya meminta agar masyarakat tetap menaati protokol kesehatan.

"Tidak dilarang, padusan boleh saja. Hanya saya minta dibatasi dan menaati protokol kesehatan. Padusan kan tidak hanya di pantai, ada di tempat lain seperti kolam renang. Silahkan saja yang penting tetap menjaga jarak dan tak perlu berlama-lama," ujar Halim kepada wartawan ditemui di Kantor Satpol PP Bantul.

Pantauan wartawan, banyak warga yang melakukan padusan di bibir pantai. Masyarakat tak terlihat mengenakan masker dan tidak menjaga jarak. 

Untuk keamanan, sejumlah petugas seperti tim SAR dan Dit Polairud berjaga di sekitar pantai.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar