Nostalgia Ganjar Saat Kunjungi Indekos Semasa Kuliah di Jogja

  Senin, 08 Maret 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan puteranya, Muhammad Zinedine Alam Ganjar, mengunjungi rumah kos masa sekolah. (Dok : Pemprov Jateng)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah membagikan momen dirinya saat berkunjung ke indekos semasa ia SMA dan kuliah di Jogja.

Tidak sendiri, Ganjar datang bersama anak lelakinya. Dalam kesempatan tersebut, ia menceritakan kenangan dirinya saat berjuang di tempat tersebut. 

Melalui unggahan  di akun Instagram pribadinya, @ganjarpranowo, politikus PDIP tersebut membagikan videonya bersama dengan sang anak berkunjung ke sebuah hunian sederhana. Begitu tiba, Ganjar langsung menyapa keluarga pemilik indekos yang dulu ia tinggali. Pemilik indekos sendiri sampai terkesima dengan gubernur dua periode tersebut. 

Kepada sang anak, Ganjar menunjukkan sebuah bilik sederhana yang kini telah diubah menjadi tempat penyimpanan perkakas dan sepeda motor. Ganjar menceritakan bahwa ruangan berukuran tak terlalu lebar itu dulunya adalah kamar tidurnya. Atap yang menutupi tempat tersebut juga tadinya belum jadi. 

Jauh dari kata mewah, kamar indekos itu memiliki luas yang tidak seberapa. Bahkan, sampai saat ini kesan sederhana dan apa adanya masih tampak dari ruangan tersebut. Di ujung kamar, ada sebuah kamar mandi yang juga tak begitu luas. Temboknya memiliki tiga warna berbeda yang tidak terlalu rapi dan rata. 

Meniru jejak sang ayah, anak Ganjar juga saat ini tengah menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Sembari bercengkerama dengan pemilik indekos, Ganjar menyebutkan bahwa ia sempat meminta sang anak untuk tinggal di tempatnya dulu singgah saat mencari ilmu. 

"Dulu Ayah kalau kuliah jalan dari sini sampai ke perempatan kampus," ujar pemilik kos kepada anak Ganjar. 

Ganjar harus menempuh jarak sekitar 1,4 kilometer dari tempatnya tinggal menuju ke gedung kuliahnya. Selain berjalan kaki, terkadang gubernur dengan rambut putih itu juga mengayuh sepeda. Pemilik kos sendiri mengaku sudah menyukai karakter Ganjar jauh sebelum menjadi Gubernur Jawa Tengah. 

"Saya memuji bukan karena sekarang sudah jadi gubernur, tapi dari dulu memang orangnya prihatin," ujar ibu kos. 

Diceritakan, sejak dulu Ganjar adalah sosok yang prihatin dan menerima apa adanya. Sepasang suami istri tersebut mengaku sangat senang dikunjungi oleh sang gubernur. Sebab, saat ini anak yang dulu hidup apa adanya di rumah mereka sudah menjadi orang besar atau pejabat. 

Pemilik kos-kosan itu mengakui, setelah menjabat sebagai gubernur, Ganjar tidak pernah berperilaku sombong. Mereka juga sudah beberapa kali dikunjungi sejak Ganjar menjadi pejabat tinggi. Tampak di rumah mereka ada foto bersama dengan Ganjar dan keluarga besar di waktu lalu. 

"Selalu ada cerita di setiap kos kosan, yang selalu terkenang hingga jadi dongeng indah untuk anak dan cucu di masa depan. Ini cerita kos-kosanku, mana ceritamu?," tulis Ganjar dalam keterangannya. 

Mengunjungi kos-kosan masa lalunya membuat Ganjar bernostalgia dengan berbagai tagihan dan kenangan yang ada di kosan tersebut. Ia menyebutkan, selalu ada cerita menarik dari setiap hunian sementara, seperti denting mangkok pesanan bakmi, uang tagihan listrik dan air, hingga uang bulanan yang terlambat dikirimkan. 

Sejak diunggah, Senin (8/3/2021), video berdurasi 2 menit 20 detik tersebut sudah ditonton lebih dari 71 ribu pengguna Instagram. Ada ratusan komentar yang ikut ditinggalkan warganet. Beberapa ikut membagikan kisah mereka ketika tinggal di dalam kos-kosan. 

"Besok aku kalo jadi gubernur mau ke kos Gejayan juga ah," tulis akun @asmaradh*****.

"Dulu yang lantik panglima bapaknya sekarang menjegal kepemimpinan anaknya dududududu," komentar akun @bareprak*****.

"Definisi kacang gak lupa kulitnya tuh yang kaya gini, tetap rendah hati, sehat selalu pak Ganjar," tanggapan akun @indrytawati*****.

Sementara akun @tinatoon**** mengatakan, "Ceritaku pedih pak gubernurku bukan kos-kosan tapi ngontrak bukan ngekos sebab sama apalagi kuliah tapi kuli pak di jakarta dengan gaji harian sampe saiki belum bisa bahagiain kedua ortu dan anak jadi figur ibu sekaligus bapak tapi tetap semangat bismillah."

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar