Dituding Selingkuh, Warga Minta Lurah Mangunan Mundur

  Senin, 08 Maret 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Spanduk tuntutan menutup pintu masuk Kantor Kalurahan Mangunan, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Minggu (7/3/2021). - (SuaraJogja.id/HO-dok warga)

BANTUL, AYOYOGYA.COM — Warga Kalurahan Mangunan, Kapanewon Dlingo, Bantul mengaku geram dengan perbuatan oknum perangkat kalurahannya.

Lurah Mangunan Jiyono dituding selingkuh dengan wanita lain.

Kekecewaan warga terhadap pemimpin kalurahannya tersebut ditunjukkan dengan aksi tuntutan di kantor kalurahan setempat, Minggu malam (7/3/2021). Warga datang berbondong-bondong ke kantor, memasang spanduk dan meminta pertanggungjawaban oknum lurah itu.

Seorang warga di Pedukuhan Kediwung, Mangunan, Ponijan menjelaskan bahwa persoalan tersebut ramai diperbincangkan di lingkungan pedukuhan dan kalurahan setelah tersebar video yang diduga Jiyono tertangkap basah melakukan perselingkuhan dengan wanita lain berinisial EI, warga Pedukuhan Kediwung, Mangunan.

"Informasi itu memang benar adanya. Selanjutnya kami meminta yang bersangkutan untuk bertemu dan klarifikasi. Namun, belum ada tindakan dari orang itu," kata Ponijan, Senin (8/3/2021).

Ponijan mengatakan, perselingkuhan antara Jiyono dan EI terkuak oleh istri Jiyono sendiri. Pada saat itu Jiyono pergi ke Kaliurang, Kabupaten Sleman bersama EI, yang sebenarnya sudah bersuami. Istri sah Jiyono membuntuti keduanya dan menangkap basah mereka berselingkuh saat pulang ke Bantul di wilayah Pedukuhan Blawong, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis.

"Saat itu terjadi pertengkaran antara lurah ini dengan istrinya yang disaksikan oleh selingkuhannya (EI) dan adik dari istri Jiyono," ungkap Ponijan.

Lebih lanjut, Ketua Pemuda Pedukuhan Kediwung Nur tak membantah jika Minggu (7/3/2021) malam warga melakukan aksi unjuk rasa secara spontan di Kantor Kalurahan. Warga menuntut Lurah Mangunan Jiyono mengundurkan diri sebagai lurah karena tindakan tak terpujinya.

"Iya tadi malam aksi demo buntut kekecewaan warga terhadap perilaku lurah yang seharusnya menjadi contoh bagi warganya," ungkap Nur melalui sambungan telepon, Senin.

Pada Minggu malam warga Kediwung, kata Nur, sudah berembuk untuk menyelesaikan kasus tersebut. Acara tersebut seharusnya dihadiri pihak Lurah Jiyono dan sejumlah tokoh masyarakat Kediwung, tetapi Jiyono tidak hadir sehingga membuat warga sangat kecewa.

"Jika saja kemarin ini Pak Lurah datang kemudian ada pertemuan dengan warga (diselesaikan tingkat pedukuhan), tidak akan ada aksi demo dan permasalahan tersebut justru cepat selesai. Sekarang tuntutan warga harus mundur dari jabatan Lurah Kalurahan Mangunan. Tidak bisa tidak," katanya.

Terpisah, Penewu Dlingo Deni Ngajis Hartono masih mendalami oknum lurah di Dlingo yang diduga tertangkap basah selingkuh ini. Namun, ia tak membantah bahwa ada aksi demo di Kalurahan Mangunan. Massa hanya memasang spanduk meminta lurah segera mengundurkan diri.

"Ya itu aspirasi warga, ya silakan saja," katanya.

Disinggung apakah akan mengambil tindakan tegas kepada lurah Mangunan, Deni belum memberikan jawaban detail.

"Kami akan koordinasikan dulu hari ini (Senin), bagaimana langkah selanjutnya," terang dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar