Uji Hasil Vaksinasi, Dinkes Ambil 400 Sampel dari Nakes di Bantul

  Sabtu, 06 Maret 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi -- Vaksin Sinovac (kabin Faza/ayobandung)

BANTUL, AYOYOGYA.COM -- Dinkes Bantul berencana menguji hasil laboraturium sejumlah nakes yang telah menerima vaksin Covid-19.

Pengujian itu bertujuan untuk mengetahui kekuatan vaksin terhadap virus corona penyebab Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo menjelaskan bahwa pihaknya akan mengambil sampel lebih kurang 300-400 spesimen milik nakes.

"Jadi kami ingin mengetahui gambaran kekuatan vaksin (Sinovac) ini terhadap orang-orang yang telah menerima vaksin. Nantinya sampel darahnya yang diambil untuk diuji di laboratorium," jelas Agus, Jumat (5/3/2021).

Ia melanjutkan bahwa orang yang disasar adalah tenaga kesehatan. Mengingat pada vaksinasi tahap 1 nakes menjadi kelompok pertama yang mendapat vaksin.

"Sasarannya nanti nakes, tapi kami akan memilih dulu. Karena tidak semua bisa diambil (darah) untuk keperluan uji lab tersebut," katanya.

Agus menjelaskan, uji lab darah milik nakes nanti tidak berbeda jauh seperti pengambilan plasma darah konvalesen.

"Ya mungkin seperti plasma darah (konvalesen), tapi kami harus lihat dulu bagaimana hasil uji lab nanti," jelas dia.

Dinkes, lanjut Agus, sudah menyiapkan alat untuk pengambilan sampel tersebut. Rencananya, awal April sampel para nakes akan diambil.

"Alatnya seperti pengecekan antibodi, mungkin akhir April. Ya selesai bulan Maret kami lakukan pengambilan sampel (darah) ini nanti," jelas dia.

Sementara itu, vaksinasi di Kabupaten Bantul sudah memasuki tahap kedua. Setelah vaksinasi para nakes, kelompok pelayan publik mulai mendapatkan vaksin sinovac.

Sebanyak 28.100 dosis sudah ada di Dinkes Bantul. Vaksinasi tahap kedua dimulai pertama di RSUD Panembahan Senopati, Jumat (5/3/2021).

Agus menjelaskan bahwa ada 12 rumah sakit di Bantul yang akan melayani vaksinasi para pelayan publik. Hingga kini terdapat 46.161 pelayan publik yang diajukan untuk mendapat vaksin.

"Vaksinasi kelompok pelayan publik nanti dilakukan khusus di rumah sakit. Selain itu, kami masih menyelesaikan vaksinasi kelompok nakes. Untuk nakes dilakukan di puskesmas-puskesmas," jelas Agus.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar