Shireen Sungkar Heran Makan Lodeh Sepuasnya di Kopi Klotok Cuma Rp11.500

  Rabu, 03 Maret 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu di kopi klotok. - (YouTube/TheSungkarsFamily)

SLEMAN, AYOYOGYA.COM -- Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu berlibur ke Jogja.

Mereka berangkat dari Jakarta menggunakan angkutan bus dan menyewa satu rumah untuk ditinggali hanya oleh keluarga mereka. Selain pergi ke berbagai destinasi wisata, Shireen dan keluarganya juga melakukan wisata kuliner di Kota Gudeg.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube The Sungkars Family, Shireen menunjukkan salah satu restoran yang ia kunjungi di kawasan Jalan Kaliurang. Selain kagum dengan tempatnya, Shireen juga dibuat keheranan dengan harga makanan yang murah meriah namun porsinya menumpuk.

"Kita lagi mau sarapan di salah satu wisata kuliner di Jogja yang viral banget karena murah dan enak," ujar Wisnu.

Tempat yang dimaksud oleh Wisnu adalah Kopi Klotok yang ada di Jalan Kaliurang. Sebelum masuk ke restorannya, Wisnu terlebih dahulu dibuat kagum dengan aliran air yang ada di selokan depan restoran tersebut. Berukuran kecil dengan volume air sedang, Wisnu kagum dengan kejernihan air di selokan tersebut.

Datang pukul 07:00 WIB Shireen berharap tidak ramai pengunjung, namun tiba di tempat tersebut sudah banyak pelanggan lainnya yang baru selesai bersepeda. Sebelum mengambil makanan dan lauk pauk yang disediakan secara prasmanan, mereka diwajibkan untuk menggunakan plastik terlebih dahulu sebagai langkah pencegahan penularan Covid-19.

Bertemu dengan salah seorang pemilik, Shireen dan Wisnu sempat berbincang sejenak. Dalam satu hari, restoran di kawasan Sleman itu bisa menyajikan kira-kira seribu porsi makanan dari menu yang ditawarkan. Jumlah tersebut terus naik turun sesuai dengan jumlah pengunjung yang datang.

Dekat dengan meja prasmanan, pengunjung bisa langsung melihat secara langsung dapur dan pengolahan tempat makanan yang dijual. Masih menggunakan tungku dan kayu, Wisnu sendiri sampai penasaran dan melihat ke dalam panci-panci besar yang berjajar di sekitar tungku.

"Iya kita itu dulu juga bingung mbak, akhirnya apa ya supaya orang itu untuk mengingat simpel," ujar pemilik restoran Kopi Klotok, Yani.

Wanita yang akrab disapa Tante Yani tersebut menceritakan sejarah di balik penggunaan nama Kopi Klotok. Kata klotok sendiri, muncul dari cara pengolahan kopi yang direbus. Karena menimbulkan suara klotok, klotok, klotok akhirnya restoran itu diberikan nama demikian.

Tidak disangka, suami pemilik Kopi Klotok tersebut juga merupakan rekan lama ayah Wisnu saat tinggal di Cirebon. Ia bahkan sempat digendong oleh suami Yani. Usai berbincang dan bernostalgia sejenak, Shireen dan Wisnu langsung menuju ke tepi sawah untuk menikmati sajian yang sudah diambil.

Salah satu yang diambil adalah sayur kluwih, pemain sinetron Cinta Fitri itu mengaku baru pertama kali melihat dan mencoba sayur tersebut. Sesuai dengan saran dari Zaskia Adya Mecca juga, Shireen mengambil banyak sayur lodeh untuk dinikmati bersama dengan sepiring nasi hangat.

"Wow lodehnya enak banget," ujar Shireen.

Dalam sekali suapan nasi dan sayur lodeh, Wisnu dan Shireen dibuat jatuh cinta dengan makanan desa khas rumahan tersebut. Keduanya lantas berlanjut mencoba berbagai menu dan sayur lainnya yang letakkan di dalam rantang dan piring khas tempo dulu. Rasa makanan yang dicicipi membuat Shireen seolah pulang kampung.

Usai mencicipi semua menu yang disajikan, Shireen juga memberikan pesan kepada penonton kanal YouTubenya, jika makan di Kopi Klotok jangan lupa untuk membayar tagihannya. Segala sesuatu makanan yang masuk ke perut akan menjadi tidak berkah, jika tidak membayar juga akan membuat seseorang berdosa menurut pandangan agama.

"Itukan masuk ya ke perut kita, nanti ditagih lho di akhirat cuma gara-gara makanan Rp 11.000," ujar Shireen.

Selain rasa makanannya, Shireen juga terpukau dengan suasana yang ada di tempat tersebut. Sembari makan, ia bisa merasakan semilir angin di antara sawah dan gemericik air dari sungai. Untuk satu piring nasi dengan sayur lodeh sepuasnya dihargai hanya Rp 11.500 saja.

Dengan harga tersebut, Shireen menyampaikan masih banyak orang yang kabur atau tidak membayar setelah makan. Ia juga mengatakan bahwa di tempat itu mereka dilatih kejujuran setelah makan enak. Sebab, makanan dibayar setelah selesai disantap.

Untuk standar Jogja, menurut Shireen harga tersebut sesuai bahkan terlalu murah. Menurut penuturan Yuni sendiri dalam menentukan harga yang terpenting adalah agar semua orang bisa menyantap makanan di tempat itu. Dengan uang Rp 25.000 pengunjung sudah bisa makan mewah sepuasnya di tempat itu.

Sejak diunggah Minggu (28/2/2021), video Shireen dan Wisnu berkunjung ke Kopi Klotok tersebut sudah ditonton lebih dari 160 ribu. Selain itu, ada 5.000 pengguna YouTube yang menekan tanda suka. Selebihnya ada 400 lebih komentar yang ditinggalkan warganet. Beberapa langsung bersemangat ingin ikut mencoba.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar