Puluhan Burung Kuntul Hutan Bantul Mati Misterius

  Rabu, 24 Februari 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Burung kuntul di kawasan Hutan Mangrove Baru Padukuhan Baros Kalurahan Trihargo Kapanewonan Kretek Bantul ditemukan mati misterius. (Dok Istimewa/Suara.com)

BANTUL, AYOYOGYA.COM -- Sekitar puluhan burung kuntul di Hutan Mangrove Baros, Kalurahan Trihargo, Kapanewonan Kretek, Kabupaten Bantul, ditemukan warga dalam keadaan mati secara misterius.

Wawan, Pegiat Hutan Mangrove dari Keluarga Pemuda Pemudi Baros (KP2B) mengaku mulai menemukan bangkai burung kuntul tiga hari yang lalu. Awalnya ia menduga hanya karena faktor usia namun saat dilihat lebih jauh ternyata banyak kuntul yang mati di bawah pohon mangrove. 

Wawan mengatakan, sebelum burung-burung tersebut tersebut ditemukan mati, banyak yang terlihat sempoyongan. Dan kini burung-burung kecil ataupun anakan burung juga turut mati karena induknya telah mati terlebih dahulu.

"Saya sudah melaporkanya ke pihak BKSDA namun belum ada peninjauan," ujar Wawan, Selasa (23/2/2021).

Wawan mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kematian puluhan burung kuntul ini. Bahkan masyarakat di wilayah tersebut juga kebingungan dengan fenomena alam tersebut. Karena selama ada hutan mangrove, peristiwa tersebut baru pertama kali terjadi.

Wawan mengungkapkan, sejak ada Hutan Mangrove memang banyak burung kuntul yang bertengger karena selain bersarang, burung-burung ini juga mencari makan ikan di Muara Sungai Opak. Selain burung Kuntul, beberapa burung lainnya juga banyak bersarang di Hutan Mangrove Baros.

"Kejadian ini cukup mengagetkan warga karena baru pertama kali terjadi," tambahnya.

Ia mengaku juga bingung dengan kejadian tersebut. Karena jika dikaitkan dengan kondisi Muara Sungai Opak, ia mengakui jika kondisi Muara Sungai Opak memang banyak dijumpai sampah-sampah yang menumpuk di tengah aliran ataupun pinggiran muara sungai tersebut.

Namun jika memang ada kaitannya dengan sampah-sampah di Muara Sungai Opak, ia mengaku heran. Karena menumpuknya sampah di muara bukan hal yang pertama terjadi. Sampah-sampah selalu menumpuk di muara terutama ketika musim penghujan seperti sekarang ini.

"Jadi kalau memang karena sampah, kok dulu-dulu setiap sampah banyak di muara burung-burung itu biasa saja," tambahnya.

Ka Resort BKSDA Bantul, Sujiyono membenarkan adanya puluhan burung Kuntul yang mati tersebut. Pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan observasi mencari penyebab matinya puluhan burung kuntul tersebut, namun sampai saat ini belum laporan.

"Kita sudah terjunkan tim untuk menanganinya," tutur Sujiyono.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar