Inovasi Jadi Kunci bagi Pengrajin Tembaga Kuningan di Kotagede

  Minggu, 07 Februari 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Pengrajin di kotagede, Yogyakarta (Luki Antoro)

AYOYOGYA.COM -- Kawasan Kotagede merupakan sentra kerajinan logam di DIY, bahkan Indonesia.

Etalase kaca berjajar di setiap toko berisikan kerajinan berwarna perak terlihat di sepanjang jalan sekitar Kotagede, Yogyakarta. Berjejer rapi sejumlah toko-toko penjual barang-barang kerajinan perak di sana. Memang, kerajinan perak sudah lama melegenda hingga mancanegara sejak masa penjajahan Belanda. Itulah alasan kenapa Kotagede disebut sebagai Kota Perak-nya Indonesia.

Selain kerajinan perak, Kotagede juga menyimpan para pengrajin tembaga kuningan terbaik di Tanah Air. Kerajinan tembaga dan kuningan adalah kerajinan yang dibuat dengan mengandalkan keterampilan tangan juga, dibuat dari lembaran plat tembaga dan kuningan, kemudian diproses dengan teknik mengukir pahat (tempa), barulah menjadi sebuah kerajinan ukir tembaga kuningan yang detail dan indah.

Kerajinan tembaga dan kuningan juga termasuk kerajinan yang bernilai rupiah tinggi karena memiliki keistimewaan tersendiri. Salah satu keistimewaan kerajinan tembaga maupun kuningan adalah prosesnya yang membutuhkan ketelitian dan keuletan tersendiri, proses tersebut tentu berbeda dengan pembuatan kerajinan perak hingga warnanya yang unik. Mulai dari menentukan pola, proses mengukir pola di tembaga dan kuningan yang dilakukan beberapa kali, hingga pada tahap finishingnya. Proses ini bisa memakan waktu cukup lama antara 1-3 minggu, demi bisa menghasilkan sebuah karya kerajinan ukir tembaga dan kuningan yang detail dan menakjubkan.

Salah satu tempat tersebut yang masih aktif dan berpengalaman adalah NBAS Kotagede Kriya Logam, sebuah studio kriya logam khusus membuat kerajinan ukir tembaga dan kuningan yang letaknya tak jauh dari pusat kawasan Kotagede, Yogyakarta. Para pengrajin logam di sana sudah menekuni keterampilan membuat kerajinan ukir tembaga dan kuningan lebih dari 15 hingga 20 tahun lamanya. Proses yang sangat Panjang untuk sebuah profesi.

Adapun di studio NBAS Kotagede terdapat pula sebuah sanggar seni khusus para pengrajin logam dengan spesialisasi tembaga dan kuningan berpengalaman di Kotagede. Dengan alat produksi tradisional dan manual, belasan pengrajin tembaga kuningan disana mampu membuat berbagai kerajinan tembaga dan kuningan sesuai pesanan pemesan, bentuknya bervariasi mulai dari Garuda Pancasila tembaga, relief tembaga hingga patung tembaga (landmark).

Proses Pembuatan

Sejumlah pria paruh baya sibuk memukuli lembaran tembaga dengan sebuah bilah atau pengrajin biasanya menyebutnya tatah di studio tersebut. Satu dari mereka juga sedang memotongi lembaran tembaga sesuai ukuran yang dibutuhkan, lainnya tampak membakar potongan tembaga yang sudah dipotong. Baju mereka perlahan mulai basah, seiring gerakan tangannya meratakan panas api di setiap sisi lembaran logam. Suara pukulan logam (kentheng) saling bersahutan tak berirama. Siang itu, Matahari sedikit tertutup oleh gumpalan awan kelabu karena awal tahun masih musim hujan.

Di sudut studio itu terdapat pula beberapa kerajinan tertata rapi, sejumlah benda-benda kerajinan tersebut yang sebagian besar berbahan tembaga dan kuningan. Mulai dari Garuda Pancasila tembaga, topeng tembaga, ukiran bermotif burung merak, helm ukir logam serta sejumlah kerajinan lainnya dari tembaga dan kuningan.

 

Helm-Ukir-Logam-Foto-by-Tarmono-Pengrajin

Kerajinan di NBAS Kotagede Kriya Logam (Luki Antoro)

 

Untuk membuat sebuah kerajinan ukir tembaga kuningan bisa memakan waktu tiga hingga seminggu. Sementara untuk pembuatan kerajinan dalam ukuran besar biasanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu hingga sebulan, tergantung ukuran dan kerumitan kerajinan logam yang dipesan.

Untuk membuat beragam kerajinan tembaga kuningan tersebut, para perajin biasanya menggunakan plat tembaga dan kuningan berkualitas premium, sebab bahan baku logam tersebut biasanya asalnya dari impor amerika hingga eropa.

Perajin menjelaskan awal membuat kerajinan tembaga dan kuningan adalah pertama lembaran logam dipotong sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan. Setelah itu potongan tembaga dan kuningan dipanaskan dan ditempelkan pada sebuah medium bernama jabung. Dan di ukir sesuai pola yang inginkan.

Untuk membuat kerajinan biasanya memakai bahan baku lembaran tembaga atau kuningan berukuran 1x2 meter yang harganya Rp2 juta lebih. Kerajinan logam memang bahan bakunya saja sudah mahal, dan setiap tahunnya cenderung naik. Hal yang tidak diketahui pemesan, terkadang perajin juga harus bersabar karena ada saja pemesan menawar harga sangat rendah bahkan hanya untuk membeli bahan baku saja sudah pas.

Proses Terumit

Saat ditanya tentang proses yang paling sulit atau rumit dalam membuat kerajinan tembaga dan kuningan, perajin di NBAS Kotagede tersebut mengatakan tembaga dan kuningan memiliki karakter yang berbeda, di mana tembaga sifatnya lebih lunak dan kuningan agak keras. Bagi perajin logam muda hal yang tersulit adalah mengukir dipola yang detail karena membutuhkan ketelitian tingkat tinggi. Dalam beberapa bulan, studio tersebut baru menerima 1-2 pesanan saja.

Biasanya kerajinan tembaga kuningan dipesan oleh perusahaan kontraktor, pengelola gedung, pemilik rumah seni hingga instansi lembaga pemerintahan dan swasta. Tetapi sesekali ada juga orang yang pernah memesan kerajinan tembaga berbentuk Garuda Pancasila untuk keperluan pribadi, dibawa ke Jepang.

 

Proses-pembuatan-kerajinan-ukiran-tembagan-dan-kuningan-di-NBAS-Kotagede-Kriya-Logam

Kerajinan di NBAS Kotagede Kriya Logam (Luki Antoro)

 

Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh daerah di Indonesia, diakuinya cukup berdampak pada penjualan kerajinan tembaga dan kuningan buatannya, meskipun diakuinya pesanan tetap ada. Pasalnya selama ini kebanyakan kerajinan logam dipesan dari luar daerah.

Bahkan akibat pandemi, beberapa kali studio menghentikan sejenak kegiatannya membuat kerajinan tembaga kuningan karena sepinya pemesan.

Saat ditanya mengenai pengaruh musim atau cuaca terhadap produksi kerajinan, pengelola NBAS Kotagede menjawab produksi bisa dilakukan sepanjang musim, baik musim penghujan maupun musim kemarau. Karena tembaga dan kuningan tidak mudah berkarat dan bisa awet puluhan tahun walaupun terkena air hujan dan terik matahari. Namun biasanya kerajinan untuk outdoor sudah dilapisi khusus agar tahan kedua cuaca tersebut.

Meski saat ini sudah cukup banyak kerajinan yang dibuat dengan mesin modern, namun kerajinan ukir tembaga dan kuningan masih ada yang meminati. Harga sebuah kerajinan bisa dari ratusan ribu hingga puluhan juta tergantung ukuran dan tingkat kerumitan motifnya.

Selain kerajinan tembaga dan kuningan, sejumlah kerajinan dari alumunium juga diproduksi oleh mereka, meski ada juga kerajinan yang dipesan dalam bentuk setengah jadi. Biasanya pemilik toko kerajinan hanya nitip proses mengukir saja, untuk finishing mereka bisa sendiri. Hal tersebut karena mengukir logam adalah pekerjaan yang tah mudah, dan tidak semua perajin logam bisa menghasilkan sebuah kerajinan yang detail.

Dalam perkembangannya, Kotagede kini masuk dalam kawasan objek vital nasional. Sebuah kawasan yang tentunya diakui sejarahnya, aktualisasi praktiknya hingga keberadaanya. Sayangnya, jika kita membahas sektor kerajinan logam di Kotagede nyatanya menunjukan tren yang tidak semeriah seperti dulu. Hal tersebut dibuktikan dengan mulai meredupnya regenerasi pengrajin ukir logam muda di Kotagede.

Itulah tentang sekelumit cerita dari sudut Kotagede. Memiliki sebuah kerajinan logam khas Kotagede layak untuk dicoba, apalagi harganya masih terjangkau jika langsung di tempat pengrajinnya. Jika kamu penasaran sama kerajinan logam di Kotagede, bisa langsung cari informasinya dulu di Google. Tak perlu khawatir juga, kini akibat pandemi Covid-19, beberapa toko kerajinan di sana mulai bisa dijumpai di platform digital. Misalnya NBAS Kotagede Kriya Logam terus berinovasi dari membuat kerajinan ukir logam kekinian dan memanfaatkan sosial media untuk mengenalkan keindahan kerajinan logam ke generasi muda. Melalui akun sosial media Instagram @nbas_jogja, mereka terus aktif berbagi informasi menarik terkait perkembangan kerajinan tembaga dan kuningan buatannya.

Jika seni kerajinan lokal adalah sesuatu warisan yang harus dilestarikan, tidakkah hal ini mengingatkan kita semua bahwa butuh usaha lebih bagi semua pihak untuk bukan hanya sekadar merawat seni tersebut, tetapi juga dapat mengembangkan atau berinovasi sesuai perkembangan zaman. Jadi kapan kamu mau berburu kerajinan perak, tembaga dan kuningan di Kotagede, kawan?
 

Penulis: Luki Antoro, lulusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Yogyakarta.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar