Perpanjangan PTKM di DIY Disebut Tak Solutif

  Sabtu, 23 Januari 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi penutupan tempat usaha lantaran melanggar protokol kesehatan (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM — Pemda DIY memperpanjang Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) hingga 8 Februari 2021.

Kebijakan tersebut dinilai tak solutif dan makin merugikan masyarakat.

Apalagi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seperti yang dilakukan oleh pemerintah pusat tidak diatur dalam UU 16/2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan. Dengan memberlakukan PPKM, baik pusat maupun DIY seperti hendak cuci tangan atas kelangsungan hidup masyarakat.

"Waktu masyarakat untuk mencari nafkah telah dipangkas oleh kebijakan pemerintah itu sendiri," ujar DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DIY, Irsad Ade Irawan, Jumat (22/01/2021).

Menurut Irsad, sebagai hal yang tidak diatur oleh UU Kekarantinaan Kesehatan, maka seolah-oleh pemerintah bebas dan tidak bertanggungjawab pada masyarakat. Pemerintah tidak perlu memberikan jatah hidup atau subsidi bagai masyarakat yang terpangkas waktu mencari nafkahnya dan menanggung kesulitan ekonomi akibat penerapan PTKM.

Sementara dari sisi pencegahan penyebaran virus COVID-19, terdapat kecenderungan PTKM tidak efektif sama sekali. Sebagai contoh, pada Jumat (21/01/2021) terjadi penambahan 478 kasus baru COVID-19. Angka ini menjadi rekor baru kasus harian COVID-19 di DIY.

PTKM juga menyebabkan setidaknya 10 toko di Malioboro gulung tikar. Pedagang Kaki Lima (PKL) turut terimbas PTKM dengan menurunnya omzet yang bisa mencapai sekitar 75%.

"Sedangkan di sektor pariwisata, terdapat penurunan okupansi hotel yang hanya terealisasi sekitar 18 persen," sebutnya.

Karena itu DPD KSPSI DIY menuntut pembatalan perpanjangan PTKM. Alih-alih, pemda mestinya menerapkan karantina wlayah selama dua pekan

"Pemda DIY seharusnya menegakkan hukum Ketengakerjaan dan melindungi buruh dari PHK, Pemotongan Upah, dan dirumahkan tanpa kepastian kerja," tandasnya.  

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar