PTKM, Pengusaha Angkringan Pertimbangkan Buka Pagi

  Rabu, 13 Januari 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Angkringan Arto Moro, di Jalan Margo Utomo, Yogyakarta, tepatnya di depan kantor induk PT PLN Persero Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah II, Kamis (24/12/2020). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

KOTA YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) DIY berdampak terhadap kegiatan ekonomi.

Perlu diketahui bahwa PTKM sendiri berlaku efektif sejak Senin (11/1/2021) hingga tanggal 25 Januari 2021 mendatang. Pembatasan jam operasional hingga 19.00 WIB berlaku untuk pusat perbelanjaan, toko-toko dan tempat usaha lain.

Sementara untuk kategori kuliner tetap diperbolehkan buka lebih dari pukul 19.00 WIB. Namun tamu yang datang di atas jam tersebut tidak boleh makan di tempat artinya kuliner buka dengan hanya memenuhi pemesanan online saja.

Merespons hal tersebut pemilik Angkringan Arto Moro, Davina Hamidah (35), memilih untuk libur sementara waktu. Ia sudah tidak berjualan sejak penerapan PTKM yang berlaku kemarin.

"Saya mengikuti aturan-aturan (PTKM) yang ada saja. Lagipula ini juga aturan dari pemerintah pusat langsung," ujar Davina saat dihubungi, Selasa (12/1/2021).

Menurutnya pembatasan kegiatan operasional tempat usaha yang hanya sampai pukul 19.00 WIB saja cukup memberatkan. Pasalnya angkringan miliknya yang berada di Jalan Margo Utomo, tepatnya di depan kantor induk PT PLN Persero Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah II itu biasanya baru buka pukul 16.00 WIB.

Sedangkan jika dibatasi hanya boleh sampai pukul 19.00 WIB, praktis jam operasional angkringannya hanya berjalan sekitar dua jam saja. Hal itu dinilai tidak cukup menguntungkan jika memang ia harus memaksakan angkringannya untuk beroperasi.

"Sementara aku libur dulu karena biasanya aku kan buka jam 16.00 WIB dan jam 19.00 WIB harus tutup. Jadi aku cuma punya 2 jam dan itu belum apa-apa. Sedangkan efektifnya itu kan orang datang banyak habis Magrib atau Isya," tuturnya.

Namun, Davina mengaku mulai berpikir ulang untuk membuka warung angkringanya kembali. Pasalnya rentan waktu selama dua minggu masa penerapan PTKM juga memberatkan untuknya.

Maka dari itu ia mencoba mulai memikirkan skenario yang baru untuk buka lebih awal. Disebutkan Davina, rencananya warung angkringan miliknya akan dibuka sejak pukul 10.00 WIB pagi hingga sekitar pukul 18.30 WIB.

"Mulai berpikir ulang juga ketika melihat waktu dua minggu libur juga lumayan dampaknya. Jadi mungkin akan coba buka pagi karena ya dua minggu bukan waktu yang sebentar," ujarnya.

Davina menyampaikan bukan hanya kebutuhan hidupnya saja yang harus terus dipenuhi. Melainkan juga ada karyawannya yang membutuhkan pemasukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

"Kalau dianggurin ya lumayan, di sisi lain kebutuhan biaya hidup juga harus ada. Lagipula ada karyawan juga yang harus dipikirkan. Kasian juga kalau libur mereka butuh kehidupan," tegasnya.

Terkait dengan penerapan PTKM hari pertama kemarin, Devina menuturkan masih melihat ada beberapa tempat usaha di pinggiran Kota Jogja masih buka melebihi jam operasional yang ditentukan. Namun memang harus diakui untuk kawasan ring satu atau kawasan Tugu dan Malioboro pelaku usaha terlihat sudah tertib menaati aturan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar