Bantul Tambah 110 Kasus Covid-19

  Rabu, 13 Januari 2021   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi pengambilan sampel warga yang diduga tertular virus corona (Ayobandung.com/Eneng)

BANTUL, AYOYOGYA.COM -- Pasien Covid-19 di Bantul bertambah sebanyak 110 kasus per Selasa (12/1/2021).

Total kasus positif terpapar virus corona jenis baru tersebut di Bantul menjadi 4.284 orang.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul dalam keterangan resmi pada Selasa malam (12/1/2021) menyebut, tambahan kasus baru itu terbanyak berasal dari Kecamatan Banguntapan 24 orang, Kecamatan Piyungan 17 orang, dan Kecamatan Sewon 11 orang.

Selanjutnya dari Kecamatan Srandakan delapan orang, Kretek delapan orang, Bambanglipuro delapan orang, Pajangan tujuh orang, Kasihan enam orang, Sedayu lima orang, Jetis empat orang, Imogiri empat orang, Bantul tiga orang, Pandak dua orang, Pleret dua orang, sisanya dari Sanden satu orang.

51 Sembuh

Sementara itu, seperti dilansir dari Antara dan Republika, Selasa (12/1/2021), pasien Covid-19 yang sembuh pada Selasa (12/1/2021), bertambah 51 orang. Adapun mereka berasal dari Kecamatan Kasihan 13 orang, Srandakan delapan orang, Banguntapan delapan orang, Piyungan enam orang, Sanden tiga orang, Jetis tiga orang.

Sisanya dari Kecamatan Pleret dan Sewon masing-masing dua orang, dan dari Kecamatan Pundong, Bambanglipuro, Bantul dan Imogiri masing-masing satu orang.

Dengan demikian, total angka kesembuhan dari infeksi Covid-19 di Bantul secara akumulasi hingga Selasa (12/1/2021) berjumlah 3.193 orang.

3 Meninggal

Kemudian untuk kasus positif meninggal bertambah tiga orang dari Banguntapan dua orang, Sedayu satu orang, sehingga totalnya menjadi 117 orang. Dengan begitu, pasien Covid-19 aktif yang masih menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit saat ini ada 974 orang.

PTKM

Sementara itu, Sekretaris Daerah Bantul Helmi Jamharis mengatakan merujuk pada instruksi bupati tentang kebijakan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) di Kabupaten Bantul yang berlaku dari 11 sampai 25 Januari, di antaranya mengatur kegiatan hajatan, pernikahan selama masa pengetatan itu.

Dia mengatakan, masyarakat jika mengelar hajatan, pernikahan dan sejenisnya dimohon untuk meminta rekomendasi dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di tingkat kecamatan dan memberitahukan kepada kepolisian setempat.

"Selain itu, acara hajatan dan pernikahan disarankan melibatkan keluarga inti dan tamu lainnya maksimal 50 orang, serta apabila ada tamu dari luar DIY dipersyaratkan menunjukkan negatif atau non-reaktif hasil rapid test antigen atau antibodi," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar