Pemda Imbau Warga DIY Liburan di Jogja Saja

  Jumat, 04 Desember 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Miniatur Keraton Yogyakarta dan Tugu Pal Putih atau Tugu Golong Gilig - (SUARA/Eleonora PEW)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyarankan warga Yogyakarta untuk tidak bepergian ke luar kota saat libur Natal dan Tahun Baru.

Hal ini ia katakan karena dihapuskannya cuti bersama akhir tahun 2020. "Harapan kita masyarakat DIY karena (akhir tahun 2020) besok liburnya tidak terlalu panjang, sudah liburan di Jogja saja," kata Aji, Kamis (3/12/2020).

Dengan mengisi destinasi wisata oleh warganya sendiri, Hal ini akan meningkatkan perekonomian DIY. Hal yang penting, kata Aji, yaitu dengan tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 agar tidak terjadi penularan di destinasi wisata.

"Justru mereka berbelanja di Jogja saja, itu akan semakin mendorong pertumbuhan ekonominya Jogja. Karena ini libur tidak terlalu panjang, kalau keluar kota hanya habis untuk macet di jalan, sudah penuhi saja tempat-tempat wisata di Jogja kalau sudah jenuh," ujarnya.

Aji menyebut, sebagian besar penularan Covid-19 di DIY sendiri bukan dikarenakan dibawa oleh masyarakat luar DIY. Namun, penularan Covid-19 dibawa oleh masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar DIY.

Bahkan, jika masyarakat berlibur ke luar DIY, tidak akan berpengaruh terhadap perekonomian DIY itu sendiri. Sehingga, diharapkan masyarakat DIY bersama-sama meningkatkan perekonomiannya dengan berlibur di destinasi yang ada di DIY.

Hal ini, katanya, juga dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19 yang lebih besar di DIY. Pasalnya, kenaikan kasus Covid-19 terus melonjak, bahkan mencapai di atas 100 kasus per harinya.

"Kalau sudah liburan di Jogja, hati-hati saat menerima tamu dari luar Jogja," jelasnya.

Pemda DIY juga tidak akan melakukan tes Covid-19 pada saat libur akhir tahun 2020 mendatang. Baik itu rapid diagnostic test (RDT) maupun swab test Covid-19. Hal ini berbeda dengan libur panjang akhir Oktober lalu, yang dilakukan tes Covid-19 terhadap wisatawan di salah satu destinasi wisata di DIY.

Tes Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Pembayun Setyaningastutie menilai tes Covid-19 terhadap wisatawan tidak akan efektif dilakukan.

"Pertanyaannya, dirapid apakah selesai (penularan Covid-19), kan tidak. Karena wisatawan yang datang banyak. Menurut kami itu tidak efektif, tapi yang harus dilakukan manakala ditemukan satu kasus, harus segera dilakukan tracing (pelacakan)," kata Pembayun.

Pembayun menjelaskan, langkah penanganan Covid-19 pun telah diubah. Dari yang sebelumnya dilakukan test-tracing-treatment (TTT), diubah menjadi sign-tracing-treatment (STT).

"Sign artinya kita kejar mereka yang punya gejala. Begitu ada orang dengan gejala Covid-19, maka itu kita kejar. Kalau OTG (orang tanpa gejala) yang tidak ada gejala, hanya isolasi saja dan minum vitamin, itu yang perlu," ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar