Peneliti Ungkap Orang Berkolesterol Tinggi Rentan Terinfeksi Covid-19

  Minggu, 29 November 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Kadar Kolesterol. (Shutterstock)

AYOYOGYA.COM — Ada berbagai faktor yang membuat seseorang lebih berisiko terinfeksi virus corona.

Kini, penelitian baru menemukan orang dengan kadar kolesterol tinggi juga berisiko terinfeksi virus corona parah.

Temuan penelitian ini menunjukkan mereka yang memiliki kondisi metabolisme, termasuk diabetes dan penyakit kardiovaskular sering mengalami peningkatan kadar kolesterol. Sehingga mereka lebih rentan terhadap infeksi Covid-19 parah.

Para peneliti menemukan bahwa virus corona jenis baru ini bisa menempel pada molekul kolesterol. Karena, virus bisa terikat pada reseptor sel biasa yang dikenal sebagai B tipe 1.

Hal ini membuat virus berada di posisi utama untuk menempel pada patogen sehingga protein lonjakannya bisa berikatan dengan reseptor ACE2 yang memungkinkannya infeksi sel.

Studi yang dipublikasikan di Nature Metabolism telah menganalisis HDL-scavenger receptor B tipe 1 memfasilitasi entri SARS-CoV-2.

Hasilnya, virus corona menginfeksi sel inang melalui peningkatan protein lonjakan virus ke reseptor permukaan sel angiotensi-converting enzyme 2 (ACE2). Hal itulah yang bertanggung jawab atas terjadinya sindrom pernapasan akut parah.

"Di sini kami menunjukkan bahwa high-density lipoprotein (HDL) reseptor B tipe 1 memfasilitasi masuknya SARS-CoV-2 yang bergantung pada ACE2. Kami menemukan bahwa subunit S1 SARS-2-S mengikat kolesterol dan mungkin komponen HDL meningkatkan serapan virus secara in vitro," jelas studi dikutip dari Express, belum lama ini.

Temuan studi ini juga mengungkapkan bahwa reseptor B tipe 1 bertindak sebagai pendorong masuknya SARS-CoV-2, mengidentifikasi hubungan molekuler antara Covid-19 dan metabolisme lipoprotein dan menyoroti B tipe 1 sebagai terapi potensial.

B tipe 1 adalah reseptor HDL permukaan sel yang menengahi serapan selektif dari kolesteril ester dan komponen lipid lain dari partikel HDL yang terikat reseptor.

Studi tersebut menyimpulkan, bahwa protein SARS-CoV-2 S mengikat kolesterol dan HDL meningkatkan masuknya SARS-CoV-2 melalui protein SARS-2-S1.

Kemudian, para peneliti menemukan bahwa memblokir reseptor B tipe 1 dan menetralisirnya bisa menghambat infeksi virus corona Covid-19.

Peneliti pun menargetkan reseptor B tipe 1 ini bisa menjadi jalan potensial untuk rencana perawatan medis kedepannya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar