Risiko Cyberbullying Makin Besar Saat Pandemi

  Sabtu, 28 November 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi Bullying (MgRol_93/Republika)

AYOYOGYA.COM — Ali Aulia Ramly pemerhati kesehatan jiwa anak dari UNICEF menilai risiko cyberbullying saat pandemi Covid-19 makin besar.

Terlebih di masa pandemi anak-anak terbiasa menggunakan gawai atau gadget karena adanya pembelajaran jarak jauh.

"Kita mungkin bukan mengatakan kesempatan tetapi resikonya (Cyberbullying) menjadi semakin besar. Walaupun kita juga bisa melihat ada kesempatan-kesempatan yang juga bisa kita raih dan kita capai termasuk untuk melindungi anak dari perundungan online," ujar Ali dalam diskusi bertajuk 'Ancaman Cyberbullying' Sabtu, (28/11/2020).

Ali menuturkan secara umum bentuk cyberbullying diantaranya menyebarkan foto korban dengan alamat palsu. Kemudian menjelek-jelekan seseorang di media sosial.

"Beberapa hal misalnya terutama menyebarkan foto orang tersebut dengan alamat palsu, menjelek-jelekan seseorang ada kasus yang mungkin mulai muncul kelihatan. Misalnya ada stalking diikuti terus satu orang, yang jadi sasaran itu juga," tutur dia.

Tak hanya itu, Ali meminta masyarakat memahami bahwa tujuan dari perundungan online untuk menakut-nakuti hingga mempermalukan seseorang di media sosial.

"Penting untuk dipahami adalah bahwa tujuan dari perundungan online ini memang adalah untuk menakuti, membuat marah membuat resah, merendahkan orang yang di Bully termasuk mempermalukan," tutur Ali.

Kata Ali, banyak yang menilai bahwa menjelek-jelekkan orang di media sosial, menyebarkan foto orang dengan akun palsu merupakan bentuk candaan.

Namun ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut yang dilakukan berulang-ulang merupakan bentuk cyberbullying.

"Mungkin sedikit orang melihat apakah ini becanda atau bullying. Tapi semua itu terjadi berulang-ulang pada kelompok atau pada orang-orang tertentu, seorang anak misalnya baik sendiri pelakunya. Nah ini yang bisa katakan bully online," katanya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar