DIY Butuh 2,2 Juta Vaksin, Usia Produktif Jadi Prioritas

  Sabtu, 28 November 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- DIY diprediksi bakal membutuhkan sebanyak 2,2 juta vaksin COVID-19.

Hitungan ini disesuaikan dengan jumlah usia produktif dari total 3,8 juta jiwa penduduk di DIY.

Angka tersebut merupakan bagian dari 60 juta vaksin yang akan dibagikan pemerintah pada Desember 2020 mendatang. Kebutuhan jumlah vaksin yang tinggi ini karena tren penularan COVID-19 di DIY masih saja tinggi.

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemda DIY, kasus positif COVID-19 di kota ini sudah mencapai angka 5.783  kasus. Ada penambahan 138 kasus positif baru pada Sabtu (28/11/2020).

Semua kabupaten/kota mencatatkan kasus baru kali ini. Kota Yogyakarta dengan 23 kasus, Bantul 25  kasus, Kulon Progo 5 kasus, Gunungkidul 13 kasus dan Sleman yang mencatatkan 72 kasus baru.

"Vaksin nanti akan diberikan terlebih dahulu pada orang-orang yang rentan terpapar (Covid-19) dan usia produktif" ujar Sekda DIY, Baskara Aji saat dikonfirmasi.

Sebelum dibagikan, lanjut Aji, Dinas Kesehatan akan memberikan pelatihan pada tenaga kesehatan sebagai vaksinator. Dengan demikian saat vaksin sudah dibagikan ke daerah, DIY sudah siap dalam memanfaatkannya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DIY Trisno Agung Wibowo mengungkapkan DIY tengah menyaring sasaran penerima vaksin COVID-19. Namun berdasarkan data epidemiologis, penerima vaksin kebanyakan merupakan usia produktif.

"Yang lansia dan anak-anak di DIY ini kasus (positif Covid-19) ini rendah, kenapa karena hubungannya dengan mobilisasi mereka, aktivitas mereka. Sehingga dosis paparannya lebih banyak," jelasnya.

Trisno menambahkan, untuk penanganan COVID-19, DIY membutuhkan tambahan 251 orang tenaga kesehatan. Jumlah ini terdiri dari 2 dokter spesialis paru, dokter umum 6 orang, epidemiolog 2 orang, radiografer 5 orang dan perawat 236 orang.

Pemda DIY tinggal menyiapkan tempat bagi tambahan nakes. Penugasannya akan diprioritaskan ke RSUP Dr Sardjito, RSPAU Hardjolukito dan RS UGM.

"Tren kasus positif (Covid-19) di lapangan kan naik sehingga kita butuh tambahan tenaga," imbuhnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar