Mayoritas Kapanewon Sleman Zona Merah, Pengungsi Bakal Jalani Rapid Test

  Minggu, 22 November 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi -- rapid test (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SLEMAN, AYOYOGYA.COM -- Dinkes Sleman berencana melakukan rapid test terhadap pengungsi lereng Merapi.

Hal ini terkait peta epidemiologi Sleman, yang menunjukkan mayoritas kapanewon di Sleman berstatus sebagai zona merah.

"Rencananya memang akan rapid test antigen buat pengungsi. Namun sejauh ini masih terus dimatangkan pelaksanaannya," kata Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo, Minggu (22/11/2020).

Joko menyebutkan, rencana pelaksanaan tersebut guna memastikan tidak adanya penularan yang terjadi di pengusian. Pertimbangan itu menyusul kondisi Kalurahan Glagaharjo, yang dijadikan barak pengungsian, masih berstatus zona hijau walau Kapanewon Cangkringan sudah masuk zona merah.

Penambahan terbaru kasus Covid-19 di Kapanewon Cangkringan diketahui berada di Kalurahan Argomulyo dan Kalurahan Kalurahan Wukirsari. Dari situ, masing-masing menyumbang total tiga kasus baru.

"Sejauh ini di Kalurahan Glagaharjo, Umbulharjo, dan Kepuharjo belum pernah ditemukan kasus positif," tuturnya.

Joko menyampaikan, rapid test itu nantinya akan memanfaatkan bantuan 2.500 rapid test antigen yang merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sasaran utamanya adalah pengungsi, relawan, serta petugas yang beraktivitas selama ini di barak pengungsian Balai Desa Glagaharjo.

“Untuk waktunya kapan nanti akan kami bicarakan lebih lanjut," ujarnya.

Wacana ini muncul setelah melihat peta persebaran kasus Covid-19 di seluruh kapanewon yang ada di Sleman.

Dari total 17 kapanewon yang ada, tercatat hanya Moyudan, Seyegan, Ngemplak, Turi, dan Sleman yang masuk ke dalam zona oranye, sedangkan lainnya zona merah.

Diketahui sebelumnya Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman juga telah terlebih dulu melakukan rapid tes bagi relawan dan petugas yang ada di barak pengungsian Balai Desa Glagaharjo.

Hal tersebut dilakukan mempertimbangkan banyaknya relawan yang berasal dari luar daerah.

Sementara itu Panewu Cangkringan Suparmono, menuturkan bahwa memang Cangkringan khususnya Glagaharjo menjadi salah satu desa yang belum pernah ditemukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu menyebabkan zonasi di wilayah tersebut masih terus hijau.

Suparmono mengklaim protokol kesehatan sudah diterapkan dengan baik di barak pengungsian Balai Desa Glagaharjo tersebut, mulai dari tempat cuci tangan yang disediakan secara cukup hingga penyekatan di ruangan guna menetapkan jaga jarak antar pengungsi yang berbeda keluarga.

"Protokol kesehatan terus menerus diingatkan kepada pengungsi yang khususnya kelompok rentan ini. Sejauh ini masih berjalan baik. Semoga tidak ada kasus apa-apa," tandasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar