BPBD Sleman Siagakan 12 Barak Pengungsian untuk Warga Lereng Merapi

  Jumat, 20 November 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Para pengungsi di Balai Glagaharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman (Humas ACT DIY)

SLEMAN, AYOYOGYA.COM -- BPBD Sleman sudah menyiapkan sebanyak 12 barak pengungsian yang berada di 10 kilometer dari puncak Merapi.

"Saat ini 12 barak pengungsian sudah siap digunakan, sehingga jika ada peningkatan aktivitas Merapi dan BPPTKG memberikan rekomendasi warga harus mengungsi, semua sudah siap," kata Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Kabupaten Sleman Joko Lelono, Jumat (20/11/2020).

Barak pengungsian yang sudah disiapkan, antara lain Barak Gayam, Barak Kiaran, Barak Plosokerep, Barak Purwobinangun, Barak Girikerto, Barak Pondokrejo, Barak Umbulmartani, dan Barak Tirtomartani. Pengungsian warga yang tinggal di dalam kawasan rawan bencana erupsi Gunung Merapi akan dilakukan setelah ada instruksi dari Kepala Pelaksana BPBD Sleman.

Instruksi tersebut berdasarkan rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). "Perintah pengungsian satu komando oleh Kalak (Kepala Pelaksana) BPBD atas rekomendasi dari BPPTKG. Saat ini warga yang sudah diungsikan merupakan kelompok rentan dari wilayah yang rawan bencana erupsi sesuai rekomendasi," katanya seperti dilansir dari Republika dan Antara.

Ia mengatakan BPBD sudah punya data warga kawasan rawan bencana erupsi Merapi atau KRB III Merapi. "Data ini merupakan hasil survei langsung di lapangan, mulai dari wilayah barat hingga timur. Seperti di Turgo sudah ada, Ngandong juga sudah ada. Sedangkan untuk wilayah Kaliurang, kami belum melakukan pendataan karena kesulitan jejaring yang di sana," kata Joko.

"Nanti jika status naik menjadi awas, kami akan koordinasi dengan yang lain, akan kami fokuskan ke apa yang direkomendasikan BPPTKG," katanya.

Menurutnya, BPBD juga sudah menyiapkan relawan dan warga untuk melakukan pengungsian jika aktivitas Gunung Merapi meningkat. "Kesiapsiagaan kami rasa saat ini sudah siap. Termasuk nanti jika wilayah rawan diperluas, apabila terjadi letusan, teman-teman relawan di bawah juga sudah siap. Namun, nanti diupayakan sebelum status Merapi naik menjadi awas, semua sudah diungsikan," katanya.

Joko menambahkan perangkat dalam sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) bencana semuanya dalam kondisi baik. "Ada satu sensor angin, curah hujan, kelembaban, dan khusus Merapi ada 35 EWS di sepanjang Sungai Gendol yakni di Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, Srunen, Banjarsari, Bronnggang, Morangan dan Ngerdi," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar