Kumpulan Kisah Horor Rumah Tak Berpenghuni di Selokan Mataram

  Jumat, 20 November 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Bangunan rumah di sudut selokan mataram yang tidak berpenghuni. - (Twitter/@ukmpengamatan)

SLEMAN, AYOYOGYA.COM -- Rumah tak berpenghuni di sudut Selokan Mataram kerap menimbulkan tanda tanya bagi warga.

Mulai dari kesan angker hingga cerita mengenai pembunuhan atau bunuh diri penghuni rumah itu. Ada banyak cerita yang beredar tanpa diketahui pasti bagaimana kenyataannya.

Akun Twitter @JogjaUpdate mengumpulkan berbagai pengalaman warganet saat melintasi rumah di sudut Selokan Mataram tersebut. Ada banyak yang mengaku biasa saja atau tidak memiliki pengalaman khusus. Akan tetapi, ada juga yang membagikan pengalaman yang tidak menyenangkan ketika melewati kawasan itu, terutama di malam hari.

"Cerita dong pengalamanmu lewat sini pas malam hari," tulis akun @JogjaUpdate dalam cuitannya sambil mengunggah foto rumah di ujung Selokan Mataram tersebut.

Sejak diunggah Kamis (19/11/2020), cuitan mengenai rumah di ujung Selokan Mataram itu sudah disukai lebih dari 300 pengguna Twitter. Ada 200 lebih warganet lainnya yang membagikan ulang dan 300 lebih ikut membagikan pengalamannya dengan rumah kosong itu di kolom komentar.

"Di sebelah kiri ini ada dokter gigi dan ada butik dulunya. Sekitar 2011-an ada pembunuhan yang dibunuh karyawan butiknya dan kejadiannya sekitar jam 7 atau 8 an malam. Sekarang mah ramai tambah ada toko-toko di sebelah kanan yang baru dibangun itu biar kelihatan ramai," tulis akun @easydancinggg.

Akun Twitter @easydancinggg membagikan pengetahuannya yang menyebutkan bahwa rumah tersebut dulunya adalah sebuah lokasi pembunuhan seorang karyawan butik. Namun, saat ini kawasan itu sudah semakin ramai dengan banyaknya ruko baru dibangun di seberang kawasan rumah tersebut.

"Antara tahun 1997-2000 (awal di Jogja), Selokan Mataram tuh dominan kebun Tebu. Jadi kalau melintas malam harus hati-hati, selain gelap, jam 9 malam ke atas sepi banget," komentar akun @taknosite.

Akun Twitter @tekanosite menceritakan bahwa pada tahun 1997 hingga awal 2000. Kawasan Selokan Mataram identik dengan kebun tebu. Sehingga penduduk yang melewati jalan tersebut diminta untuk berhati-hati. Selain karena gelap, di atas jam 9 malam juga jalanan itu sudah sangat sepi.

"Biasa aja sih, dari tahun 90-an hingga sekarang juga selalu lewat situ dari pagi, siang, dini hari, sampai jogging pun juga lewat situ. Gak ada apa-apa," tulis akun @Yuwandito.

"2015-an waktu masih jaman foto urban. Iseng-iseng manjat pagar masuk situ dan dalemnya masih bagus, banyak baju-baju bekas sama kasur kapuknya masih ada. Jepret, jepret, jepret dapat foto di lantai 2. Lihat ke bawah, ada piano bagus (bisa buat foto pikirku) terus iseng-iseng nyari pintu masuk di bawah. Pas banget nemu ada pintu tapi dikunci. Karena dulu masih anak smk jadi masih bandel buat nerobos masuk dengan cara ngerusak kunci, tapi belum sempet ngerusak, pintunya kebuka dikit dan kayaknya ada orang di dalam. Terus kabur takut ketangkap," komentar akun @Prigel_.

Pada tahun 2015, ia sempat nekat masuk ke dalam rumah kosong itu. Berniat mengambil foto di bangunan tua, ia nekat memanjat pagar hingga hendak merusak pintu rumah tersebut. Pemilik akun @Prigel_ mengaku merasa melihat ada orang di lantai bawah saat akan menerobos masuk.

"Pernah dari Gejayan mau ke Concat lewat sini pas hujan karena gak bawa jas hujan dan boncengin temen pas lewat jembatan banku geser yang belakang miris banget takut nyemplung," tanggapan akun @pipitbapau.

"Pernah hampir nyebur pulang ngopi dari mato jam 2 malam, kondisi hujan lampu motor mati lupa gak pakai kacamata ditambah motor ku vario 125 (motor badak pada jamannya). Kalau sampai nyebur itu miris pasti, jelas gak ada saksi mata, yang nolongin cuma orang lewat pasti," tulis akun @ndreanvidiyanto.

Bukan hanya cerita horor, rupanya tidak sedikit warganet seperti akun @ndreanvidiyanto dan @pipitbapau yang mengalami pengalaman buruk di sekitar tempat itu. Bermasalah dengan kendaraannya, mereka nyaris mengalami kecelakaan dan terjun ke dalam Selokan Mataram.

"Pulang dari rumah teman yang di Jakal KM 22.5 mau pulang ke Prambanan. posisi hujan gerimis, jam sekitar 9 malam. Bisa-bisanya tiba-tiba sampai situ. Alias, bingung kok aku naik motor tiba-tiba diarahin lewat sini, padahal gak ada tujuan kesitu, kayak jadi linglung 'aku ngapain sampai sini'," tulis akun @ayresint.

"Tahun 2000 bengi-bengi mulih bimbingan pernah jalan lewat barat pinggir selokan ke arah timur, papasan karo dua orang, dek e belok ke kanan, padahal gak ono dalan neh, ono e tembok (Tahun 2000 malam-malam pulang bimbingan pernah jalan lewat barat pinggir selokan ke arah timur, papasan dengan dua orang, dianya belok ke kanan, padahal gak ada jalannya, adanya tembok-red)," tulis akun @sudioedo.

"Isuk-isuk bali kerjo jogo warnet tau ngerti mayat hanyut di situ, jan kui selokan penuh kesan buat banyak orang ncen (Pagi-pagi pulang kerja jaga warnet pernah tahu mayat hanyut di situ, memang itu selokan penuh kesan buat banyak orang-red)," tulis akun @lokasilir.

Sementara akun @busung020 mengatakan, "Tahun kapan yo, lali, jam 2 an nang tengah dalan ketemu mbak-mbak putih, langsung puter walik (Tahun berapa ya, lupa, jam 2 an di tengah jalan ketemu mbak-mbak putih, langsung putar balik)."

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar