Cara Bedakan Demam Tifus dengan Covid-19

  Sabtu, 17 Oktober 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
[Ilustrasi] Demam di tengah pandemi corona Covid-19. (Pixabay)

AYOYOGYA.COM -- Demam merupakan gejala khas penyakit tifoid atau yang biasa dikenal sebagai tifus.

Adapun, di tengah pandemi virus corona banyak orang khawatir karena demam tifus seringkali mirip dengan penyakit Covid-19.

Namun, sebenarnya ada perbedaan gejala tifoid atau tifus dengan demam akibat infeksi virus. Gejala tifoid umumnya muncul secara bertahap. 

Dokter spesialis anak dr. Tisa Rori Sp.A mengatakan bahwa khasnya dari demam tifoid suhu tubuh akan meninggi saat sore dan malam hari.

"Demam tifoid awal tidak tinggi. Namun lanjut terus dalam seminggu, polanya sore dan malam hari terjadi peningkatan puncak suhu. Mulai 38 (derajat) naik 38,5 kemudian 39," kata Tisa dalam siaran langsung Instagram RS Mitra Keluarga, Jumat (16/10/2020).

Menurut Tisa, demam tifoid selalu tidak stabil meskipun telah minum obat penurun panas. Kondisi itu yang membedakan tifoid dengan demam akibat infeksi virus. 

"Kalau demam lain langsung tinggi pada satu, dua hari. Kalau ini polanya memanjang. Kalau demam virus cenderung langsung demam tinggi," ucapnya.

Menurut Tisa, tidak ada larangan makanan apa pun untuk pasien tifoid. Hanya saja disarankan untuk memberi makanan lunak kepada pasien agar mudah dicerna. Sebab bakteri salmonella yang jadi penyebab tifoid seringkali menyerang saluran cerna. 

"Sebenarnya semua makanan baik terutama protein. Gak ada pantangan tertentu. Kecuali kalau ada komplikasi misal pendarahan di usus tentu ada diet tertentu. Tapi kalau kasus ringan kasih saja semua," jelasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar