Knalpot Racing Buat Resah, Warga: Kaliurang Dudu Sirkuit

  Sabtu, 17 Oktober 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Pengendara motor melintasi spanduk peringatan untuk pembalap liar yang terpasang di Jalan Kaliurang KM 23, Pedukuhan Ngipiksari Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Jumat (16/10/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

SLEMAN, AYOYOGYA.COM -- Adanya rombongan pengendara motor yang menggunakan knalpot blombongan kerap lalu lalang membuat warga Pedukuhan Ngipiksari, RT 1/RW 12 Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, terganggu.

Sejumlah spanduk dipasangi warga sebagai sindiran sekaligus peringatan agar pengendara lebih sadar dan tak membuat resah.

Supargito (70), warga setempat yang tinggal persis di pinggir Jalan Kaliurang KM 23, menjelaskan, akhir-akhir ini banyak rombongan motor yang melintas mengganggu kenyamanan warga.

"Dalam sebulan ini banyak sekali rombongan motor yang naik, tetapi knalpot yang mereka pakai blombongan, sehingga sangat bising sekali. Jadi jalanan ini bukan sirkuit (balap). Warga juga merasa resah dengan rombongan itu," jelas Supargito, Jumat (16/10/2020).

Ia menjelaskan, suara gaduh yang ditimbulkan oleh puluhan motor yang melintas terjadi siang hingga sore. Bahkan saat akhir pekan pada waktu malam hari, suara knalpot blombongan juga mengganggu warga.

"Mereka datang tidak menentu, kadang siang, sore, bahkan malam. Kami tekankan bahwa jalan ini (Jalan Kaliurang) bukan sirkuit. Jadi kami minta kesadaran pengendara motor rombongan ini," jelas dia.

Supargito menerangkan bahwa motor yang kerap melintas hingga membuat bising adalah rombongan motor jenis Ninja. Selain itu motor jenis RX King juga kerap melintas.

"Saya perhatikan saat melintas memang sambil nggleyer (membuat suara gaduh) gas. Hal itu tentu tidak nyaman bagi warga kami," ungkap dia.

Ketidaknyamanan tersebut ditunjukkan warga dengan memasang sejumlah spanduk. Warga menyindir para pengendara tersebut dengan tulisan, "Jalan Kaliurang Dudu (bukan) Sirkuit". Ada pula tulisan "Bukan Arena Balapan".

Spanduk-spanduk ini dipasang di dekat Gapura Kaliurang dan di pinggir Jalan Kaliurang.

"Menanggapi itu, pemuda di wilayah kami berinisiatif dengan membuat spanduk-spanduk sindiran, sehingga pengendara dapat membaca dan lebih tertib serta sadar. Karena memang masih ada orang yang butuh ketenangan di pinggir jalan," kata dia.

Seorang warga lainnya, Wiji Lestari (50), menuturkan bahwa warga sekitar cukup banyak yang lansia, sehingga suara bising juga mengganggu kesehatan.

"Ada beberapa warga yang sudah sepuh ya, jadi saat motor melintas dengan knalpot blombongan bisa mengagetkan orang-orang. Apalagi jika warga sepuh yang punya sakit jantung," jelasnya.

Wiji berharap, keresahan warga ini mendapat perhatian baik perangkat kalurahan atau pihak berwenang, mengingat kenyamanan warga terganggu.

"Memang ini kan jalur menuju tempat wisata, akan banyak wisatawan yang melintas, tapi ya lebih baik para pengendara ini juga sadar dan tidak menggunakan knalpot blombongan saat berlibur," kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Pakem AKP Chandra Lulus mengatakan, keresahan warga terhadap pengendara tersebut segera ditindaklanjuti.

"Iya kami nanti menampung keresahan lara warga ini. Nanti kami koordinasikan juga dengan perangkat desa setempat. Intinya baik warga dan pengendara bisa nyaman," ujar Chandra.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar