Daftar Mahasiswa dan Demonstran Hilang di Jogja Memanggil

  Jumat, 09 Oktober 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Aksi massa penolakan pengesahan UU Cipta Kerja di DPRD DIY bertajuk Jogja Memanggil diwarnai kericuhan, Kamis (8/10/2020). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Aksi Jogja Memanggil tolak UU Cipta Kerja diwarnai bentrokan antara polisi dan demonstran.

Tembakan gas air mata dan water cannon, disertai lemparan batu dan petasan, membuat massa berhamburan di Jalan Malioboro, menjauh dari kantor DPRD DIY.

Selain banyak korban luka berjatuhan, sejumlah mahasiswa dan peserta aksi lainnya dinyatakan hilang.

Menurut Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) dari unggahan di akun Instara @gejayanmemanggil, hingga Kamis pukul 22.30 WIB keberadaan mereka tidak diketahui.

Dalam unggahan tersebut, ARB menyertakan informasi orang hilang dengan daftar 17 nama yang masih belum diketahui kabarnya sampai Kamis malam, seperti di bawah ini:

    Dimas Tri Wibowo - UPN
    Fitra Ramadan - UAD
    Jefri Gusliansyah - UAD
    Muhammad Havid - Widya Mataram
    Akhfa Rahman Nabil - UGM Filsafat
    Arinda Dwiky Fahreza - pekerja freelance
    Hugo Surya Saputra - UKSW Salatiga
    Gideon Bimasakti - UKSW Salatiga
    Asyifa Amir - Gunungkidul
    Norbetus Krisna S - Sanata Dharma
    Abdurahman Fauzi - Prambanan
    Farhan - UM Magelang
    Fajar Nurhuda
    Muhammad Falah - UGM Fisipol
    Aryangga - FIB UGM
    Syarif - Amikom
    Ali Nugroho - Instiper

Masyarakat yang mengetahui keberadaan ke-17 nama tersebut diminta untuk menghubungi hotline Tim Hukum Aliansi Rakyat Bergerak di tiga nomor ini: 08976201739, 083870949796, dan 08122750765.

Ketiga nomor tersebut, seperti diungkapkan ARB, juga bisa dihubungi untuk "pengaduan orang hilang, ditangkap, dan korban represifitas pada aksi ARB, 8 Oktober 2020."

Sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) menggelar unjuk rasa di Yogyakarta bersama serikat buruh dan massa lainnya dalam aksi Jogja Memanggil, Kamis (8/10/2020).

Aksi ini sebagai salah satu bentuk respons penolakan terhadap pengesahan RUU Cipta Kerja--kini sudah menjadi UU Cipta Kerja--pada rapat sidang paripurna DPR di gedung parlemen, 5 Oktober 2020.

Sempat terjadi adu hantam antara polisi dan massa aksi Jogja Memanggil hingga kantor DPRD DIY sudah penuh gas air mata pada sekitar pukul 14.00 WIB.

Selain itu, polisi juga menembakkan water cannon ke arah massa. Terdapat pula lemparan petasan dan batu saat bentrokan terjadi, membuat para demonstran berhamburan di Jalan Malioboro.

Bangunan Resto Legian di Malioboro, dekat lokasi demo, juga terbakar tak lama setelahnya. Hingga pukul 15.30 WIB, api masih berkobar membakar bangunan tersebut.

Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api.

Belum diketahui pasti awal mula kronologi kebakaran yang menghanguskan Resto Legian tersebut.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar