Inklusi Keuangan DIY Bangkitkan Ekonomi yang Terdampak Pandemi

  Rabu, 07 Oktober 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi laju pertumbuhan ekonomi. (THINKSTOCKS)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM — Inklusi keuangan dapat mendorong kebangkitan ekonomi DIY yang terdampak Covid-19.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X. Karena, kata dia, inklusi keuangan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat akan layanan keuangan.

Dengan begitu, mampu mendorong akselerasi penggunaan jasa keuangan. "Inklusi keuangan sangat krusial untuk mencapai tujuan makro, sekaligus menjawab tantangan dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19," kata Paku Alam X, Rabu (7/10/2020).

Ia menuturkan, perlambatan aktivitas ekonomi di tengah pandemi Covid-19, berimbas pada menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Inklusi keuangan sangat diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di DIY.

Ia mengimbau semua pihak agar mendorong dan meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan produk dan jasa keuangan. Termasuk meningkatkan minat dalam melakukan transaksi pembelian/pembayaran dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi DIY maupun nasional.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Parjiman mengatakan, indeks inklusi keuangan pada 2019 sekitar 76 persen berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK). Sementara, pada 2024 ditargetkan inklusi keuangan mencapai 90 persen.

Untuk mencapai target tersebut, ada beberapa program yang dijalankan. Salah satunya melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

OJK bekerja sama dengan industri jasa keuangan guna menarik pelajar agar memiliki rekening. Potensi dari pelajar untuk mencapai inklusi keuangan sebesar 90 persen sangat besar, mulai dari tingkat PAUD sampai SLTA.

"Sehingga kami bekerja sama dengan industri keuangan, berusaha menarik pelajar agar berusaha punya rekening. Paling minimal satu pelajar di DIY memiliki satu rekening," kata Parjiman.

Selain itu, program lainnya yang dijalankan yakni program business matching melalui optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor pertanian dan program Melawan Rentenir melalui optimalisasi penyaluran Kredit Pembangunan Daerah dari Bank BPD DIY.

Untuk itu, pemanfaatan produk dan jasa keuangan di perbankan pun dipermudah, sederhana dan cepat. Sehingga, dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat dalam menggunakan produk dan jasa keuangan di perbankan.

"Kita edukasi masyarakat tentang bagaimana berhubungan dengan lembaga keuangan formal, nonformal, setengah formal, serta tingkat resikonya agar mereka melek finansial," ujar Parjiman.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar