Jurnalis di Jogja Meninggal, Diduga Jadi Korban Tabrak Lari

  Sabtu, 03 Oktober 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Gusti Arakat (Dok TimorDaily.com/Istimewa)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM — Jurnalis yang saat ini menjabat sebagai editor di TimorDaily.com, Gusti Arakat, meninggal dunia akibat ditabrak mobil di Kota Yogyakarta, Jumat malam (2/10/2020).

Kabar duka ini mengejutkan keluarga besarnya di kampung halamannya, Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat ini, jenazah Gusti Arakat yang juga mahasiswa di Universitas Respati di Jogja tersebut masih berada di RS Bhayangkara.

Adik kandung korban, Jefri Arakat melalui sambungan telepon, Sabtu (3/10/2020) mengatakan, kecelakaan yang menimpa kakak kandungnya terjadi sekitar pukul 23.00 WITA.

“Saya sedang berbaring di kamar. Datanglah kakak Gusti (korban) dan minta uang Rp 50 ribu dan saya kasih. Entah mau buat apa saya tidak tahu, setelah itu hidupkan motor langsung keluar,” ungkap Jefri seperti dilansir dari TimorDaily.com.

Sekitar pukul 00:00 dini hari, lanjut Jefri, ada informasi dari kawan-kawannya Gusti bahwa Gusti sedang berada di rumah sakit Bhayangkara Yogyakarta.

“Saya langsung menuju ke rumah sakit. Namun tidak diberi izin masuk. Saya hanya bisa menangis dan duduk di luar sambil menunggu,” katanya.

Tak lama berselang, lanjut Jefri, Petugas RS Bayangkara pun ikut sedih melihatnya menangis sehingga mengutuskan untuk salah satu keluarga untuk bisa masuk ke ruangan untuk melihat.

“Karena saya masih menangis, sehingga ada saudaranya yang masuk ke ruangan untuk melihat. Sekitar 20 menit kemudian saudara ini keluar  sambil menangis dan menurut dokter, ternyata Gusti langsung meninggal di tempat kecelakaan,” urainya.

Jefri mengaku saat ini sedang kebingungan karena dirinya baru sebulan lebih berada di Jogja untuk mendaftar kuliah.

“Kakak, kenapa jalan kasih tinggal saya, saya datang di sini belum sampai dua bulan, siapa yang mau bantu saya untuk urus Kakak... Satu jam kemudian tersebar lah informasi, datang lah kawan-kawan mahasiswa untuk membantu,” kata Jefri sambil menangis.

Menurut Jefri, teman-teman korban yang datang merasa tidak puas dengan kejadian itu sehingga melakukan penelusuran. Dan diketahui bahwa korban bersama kawannya dari suatu tempat kembali menuju ke kos-kosan mereka.

“Sampai di lampu merah berhentilah kakak dan kawannya. Tiba-tiba sebuah mobil dari arah berlawanan melaju kencang dan  langsung menabrak mereka,” ungkap Jefri.

Menurutnya, saat ini jenazah kakaknya masih di rumah sakit dan pihak kepolisian sedang melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP).

Mengenai kepulangan jenazah Mantan Ketua Ikatan Keluarga Belu (IKB) Yogyakarta ini ke Belu, Jefri mengatakan sedang mengurus administrasinya dan diperkirakan akan dibawa ke Belu-NTT pada Minggu (4/10/2020).

Menurut informasi dari keluarga korban, pelaku penabrakan telah diamankan oleh pihak berwenang. Akan tetapi, hingga berita ini diterbitkan, pihak polisi belum memberikan keterangan resminya.

Redaksi Ayoyogya.com turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian Gusti Arakat. Selamat jalan kawan. Kamu selalu abadi di ingatan kami.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar