Satpol PP Jogja Perluas Sasaran Penertiban Prokes

  Senin, 28 September 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi masker (Unsplash)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM — Satpol PP Kota Yogyakarta memperluas penertiban pelaksanaan protokol kesehatan ke tempat usaha pada Oktober.

Hal itu setelah sepekan terakhir mereka fokus pada penegakan aturan penggunaan masker di tempat umum.

“Fokus penertiban pelaksanaan protokol kesehatan terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama pada bulan September ini dan tahap kedua pada bulan Oktober," kata Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto, Minggu (27/9/2020).

Menurut dia, keterbatasan jumlah personel dari Satpol PP Kota Yogyakarta menyulitkan personel membagi tim dan regu untuk melakukan penertiban yang juga menyasar ke tempat usaha. Ia menyebut jumlah personel yang selama ini melakukan penertiban penggunaan masker di tempat umum sekitar 50 orang. "Kami pun dibantu oleh personel dari instansi lain, seperti TNI dan kepolisian," katanya.

Pada penertiban tahap kedua, Agus mengatakan bahwa fokus sasaran tidak hanya pada tempat usaha, tetapi masyarakat di tempat umum yang tidak mengenakan masker. "Saat ini kami sudah memiliki basis data mengenaitempat usaha yang berpotensi melanggar. Data ini kami peroleh dari personel di wilayah yang rutin melakukan sapa warga mengingatkan penerapan protokol kesehatan sejak Juni," katanya seperti dilansir dari Antara dan Republika.

Jika terdapat tempat usaha yang tidak menjalankan protokol kesehatan dengan benar, kata dia, pemilik akan bertanggung jawab penuh.

Sanksi yang akan diberikan adalah peringatan hingga tiga kali. Jika tidak melakukan perbaikan, tempat usaha tersebut terancam ditutup. "Kami juga sudah menyiapkan stiker yang akan ditempel di tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan sehingga bisa diketahui oleh masyarakat umum," katanya.

Sejumlah protokol kesehatan yang wajib dijalankan oleh pelaku usaha, di antaranya penyediaan tempat cuci tangan dengan sabun dan memastikan bahwa kebutuhan air dan sabun selalu terpenuhi. Selain itu, pemilik usaha juga harus memastikan pengunjung mengenakan masker dan juga memperhatikan kapasitas pengunjung, misalnya untuk restoran atau kafe adalah 50 persen.

"Beberapa hari lalu sempat viral salah satu angkringan yang ramai dipenuhi pengunjung tanpa memperhatikan aspek jaga jarak. Kami berkoordinasi dengan DIY dan pemangku wilayah," katanya.

Pemilik angkringan, lanjut dia, diperingatkan untuk perhatikan protokol kesehatan. Ia mengatakan bahwa penertiban protokol kesehatan di tempat usaha tersebut bukan semata-mata untuk penegakan aturan, melainkan juga bagian dari edukasi ke pemilik usaha.

"Penerapan protokol kesehatan secara disiplin juga harus menjadi bagian dari marketing dan branding yang harus diterapkan oleh pemilik usaha karena pada masa pandemi ini memang dibutuhkan kebiasaan baru,” katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar