Sleman Perbanyak Lampu PJU

  Rabu, 12 Februari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi petugas memperbaiki lampu penerangan jalan umum [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

SLEMAN, AYOYOGYA.COM — Dishub Kabupaten Sleman, DIY, berencana memperbanyak lampu penerangan jalan umum (PJU), khususnya di kawasan pemukiman demi meredam maraknya PJU liar dan ilegal.

"BanyaknyaPJU liar mengakibatkan banyaknya denda yang dibebankan kepada kami, untuk itu kami akan memperbanyak PJU di pemukiman untuk menekan denda," kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub KabupatenSleman Jenu Santosa di Sleman, Rabu (12/2/2020).

Menurutnya, prioritas pemasanganPJU menyasar jalan-jalan di perkampungan yang sudah dimulai sejak 2015. Dari 86 desa yang tersebar di 17 kecamatan di Sleman, baru 25 desa yang sudah terpasang PJU."Dalam usulan setiap tahun memang selalu kami maksimalkan. Namun anggarannya memang terbatas," katanya.

Ia mengatakan pemasanganPJU di pemukiman, merupakan program prioritas karena adanya beban anggaran yang ditanggung Pemkab Sleman."Banyaknya PJU liar oleh masyarakat setempat, ternyata beban tagihan pembayaran atau pajak ilegal itu juga harus dibayar oleh pemerintah. Jadi pemasangan lampu-lampu oleh masyarakat sendiri itu, beban pembayarannya kepada pemerintah daerah. Memang kami tidak memasang, tetapi PLN menagihnya ke pemerintah daerah," katanya.

Jenu mengatakan dengan keterbatasan anggaran, dalam penentuan lokasi pemasanganPJU pemukiman, pihaknya mendasarkan pada prioritas tagihan PJU ilegal.Tiap desa rata-rata mendapat pagu anggaran Rp800 juta untuk pemasangan 15-20 titik lampu yang nantinya akan dilelang terlebih dahulu.

"Pemetaan awal yang banyakPJU liar di Kecamatan Depok dan Kalasan. Namun sudah ter-cover semua," katanyaIa mengatakan pada 2020 pengadaan PJU pemukiman disiapkan sebanyak dua paket yang akan menyasar pemukiman di Desa Sendangrejo, Kecamatan Minggir, dan Desa Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan.

"Saat ini baru tahap sosialisasi ke warga. Lelang dimungkinkan sekitar Maret atau April. Setelah itu masuk waktu pelaksanaan selama 70 hari. Mungkin Agustus sudah rampung," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar