Datangi Konpers PDIP Soal OTT KPK, Yasonna: Saya Berpakaian Partai

  Jumat, 17 Januari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Menkumham Yasonna H Laoly saat konpers PDIP terkait OTT KPK (Istimewa)

SLEMAN, AYOYOGYA.COM — Kehadiran Menkumham Yasonna H Laoly dalam konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (15/1/2020), mendapat kritik pedas dari publik.

Konferensi pers itu diketahui berkaitan dengan pembentukan tim hukum guna melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus korupsi yang melibatkan politikus PDIP Harun Masiku serta Komisioner KPU nonaktif Wahyu Setiawan. Pembentukan tim tersebut menyusul penggeledahan kantor partai oleh KPK, yang dinilai PDIP menyalahi UU nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

Yasonna, yang terciduk menghadiri konferensi pers tersebut, kemudian mendapat beberapa kritik lantaran disebut bisa mengintervensi penegakan hukum.

AYO BACA : Usai Kerajaan Agung Sejagat, Kini Ada Keraton Djipang di Blora

"Ya jika kritik itu kan biasa, saya jelas datang dengan pakaian partai. Saya meninggalkan kerja saya, Menkumham, dan saya datang sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Hukum dan Perundang-undangan," kata Yasonna, ditemui pada Rapat Kerja Evaluasi Kinerja dan Anggaran Program Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di Royal Ambarrukmo, Sleman DIY, Jumat (17/1/2020).

Ia menjelaskan, kehadirannya ke dalam forum partai berlambang banteng tersebut tak menyalahi aturan meski dirinya berstatus menteri.

"Tidak, tidak ada dong, mana bisa saya intervensi, apa yang bisa saya intervensi, saya tak memiliki kewenangan. Kecuali saya komisioner KPK, bolehlah ," kata dia.

AYO BACA : Usai Kerajaan Agung Sejagat, Kini Ada Keraton Djipang di Blora

Disinggung apakah ada keterlibatan Menkumham ke dalam tim hukum PDIP, Yasonna membantah bahwa dia masuk dalam tim tersebut.

"Saya tidak ikut di tim hukum, tapi saya sebagi Ketua DPP ikut membentuk tim hukum tersebut. Nah sebagai ketua DPP sudah menjadi tugas saya untuk mengumumkan . Jadi yang menjelaskan kasusnya dari tim hukum yang telah dibentuk," tutur dia.

Yasonna menyebut bahwa tim hukum sendiri nantinya diisi oleh beberapa orang, seperti Teguh Samudera dan Maqdir Ismail.

"Yang tampil di depan sebagai lawyerdalam tim hukum nanti pak Teguh Samudera, Maqdir Ismail," katanya.

AYO BACA : Penindakan KPK Era Firli Disebut Kental Aroma Politik

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar