Sultan Minta Tempat Khusus bagi Perokok di Malioboro

  Selasa, 14 Januari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Gubernur DIY Sri Sultan HB X (Republika/Prayogi)

KOTA YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Gubernur DIY Sri Sultan HB X tak mempermasalahkan kebijakan kawasan tanpa rokok (KTR) di Malioboro yang berlaku mulai Maret 2020 nanti.

Namun, ia meminta, ada tempat khusus bagi perokok sebelum kebijakan ini berlaku.

AYO BACA : Overload Sejak 2014, TPA Piyungan Terima Sampah 580 Ton per Hari

"Ya tidak ada masalah, silakan saja, tapi harus ada fasilitas juga untuk . Jangan bebas rokok, tapi tidak ada tempat untuk alternatif para perokok, harus ada, " ungkap Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (13/1/2020).

Menurut Sultan, fasilitas ruangan khusus tersebut jauh dari kawasan Malioboro. Apalagi, saat ini fasilitas bagi perokok baru ada di dekat Grand Inna Malioboro.

AYO BACA : Pemkot Yogyakarta Siapkan Regulasi Hotel Virtual

Karenanya, perlu dibangun lagi fasilitas bagi perokok. Kawasan Malioboro di sisi tengah atau selatan menurutnya juga bisa jadi alternatif.

"Biar orang yang mau merokok harus ke situ. Kita kan tidak pernah dididik disiplin, makanya kita didik disiplin sekarang, " ungkapnya.

Sultan menambahkan, pihaknya tidak khawatir jika kebijakan Malioboro bebas rokok akan mengurangi jumlah wisatawan yang datang ke DIY. Sebab, KTR bukan berarti tidak boleh merokok di seluruh titik.

"Ya belum tentu juga. Itu prasangka juga boleh. Kawasan rokok itu bukan berarti tidak ada orang merokok. Harus ada tempat untuk merokok juga, tidak boleh kalau tidak, " tandasnya.

AYO BACA : DPRD Gandeng Polisi Awasi Peredaran Sapi Terpapar Antraks

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar