DPRD DIY Minta Guru Cabul di Sleman Dipecat Tak Hormat

  Rabu, 08 Januari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Supardianto, guru cabul di salah satu SD di Sleman (SINDOnews/Priyo Setyawan)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- DPRD DIY mendesak Pemkab Sleman untuk segera memecat guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga melakukan pencabulan terhadap siswa SD.

Pelaku, Supardianto (48) dinilai telah merusak citra tenaga pendidik.

AYO BACA : Rumah Warga yang Terdampak Tanah Bergerak Prambanan Dibongkar Sebagian

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, Rabu (8/1/2020), mengatakan bahwa pelaku harus dihukum berat jika terbukti bersalah. Masyarakat diminta mengawal kasus tersebut agar pelaku dipecat dengan tidak hormat.

"Seharusnya guru menjadi sosok pendidik, teladan yg digugu ditiru. Itu perbuatan biadab. Perbuatan ini menodai dan merusak citra guru yang peran dan keberadaannya sangat mulia. Juga berakibat merusak masa depan siswa yang menjadi korban," paparnya.

AYO BACA : 2 Jaksa Didakwa Terima Suap Rp200 Juta Proyek SAH Kota Jogja

Menurut Eko, dugaan pencabulan itu membuat keluarga juga harus menanggung beban psikologis yang tidak ringan. Kehormatan dan harga diri anak anak yang dicintainya dirusak gurunya.

Kasus ini diharapkan juga jadi momentum Bupati Sleman Sri Purnomo dan Dinas Pendidikan untuk melakukan pembinaan pada tenaga pendidik. Bupati juga harus melakukan evaluasi atas sistem pembinaan dan pengawasan terhadap ASN.

"Mari kita ajak orang tua untuk secara intensif melakukan pengawalan dan pengawasan pada anak agar tidak menjadi korban," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan Supardjianto dicokok polisi setelah dilaporkan sejumlah orang tua karena anaknya jadi korban pencabulan pelaku. Menurut keterangan Polres Sleman, pelaku meraba alat vital para siswa dan mengancam akan memberikan nilai C atau tidak lulus bila melaporkan perbuatan tersebut pada orang lain.

Perbuatan bejat pelaku tidak hanya dilakukan sekali. Kejadian serupa diulangi hingga enam anak melaporkan kejadian tersebut pada orang tuanya. Sontak orang tua melaporkan pelaku ke polisi pada 22 Agustus 2019 lalu.

AYO BACA : Polemik IMB Gereja di Bandut Lor Bantul Berakhir Damai

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar