Ada Bandara YIA, Target Wisatawan Asing Jadi 1 Juta Orang

  Sabtu, 14 Desember 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Bandara Yogyakarta International Airport (Istimewa)

BANTUL, AYOYOGYA.COM -- Dinas Pariwisata DIY menargetkan satu juta wisatawan asing yang akan berkunjung selama tahun depan.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menyrbutkan target itu bukan merujuk pada rencana pembangunan Yogyakarta, melainkan tantangan dari Menteri Pariwisata periode sebelumnya, Arief Yahya. Musababnya, kini DIY punya bandara internasional baru, Yogyakarta International Airport, di samping bandara yang lama yakni Bandara Adi Sutjipto.

AYO BACA : Ilegal, Tengkorak Asal Asmat Dijual Online di Eropa

"Kami mempunyai target wisatawan mancanegara untuk tahun ini sebanyak 500 ribu orang, dan tahun 2020 targetnya satu juta wisatawan asing, langsung melonjak dua kali lipat," kata Singgih Raharjo di Kabupaten Bantul, Jumat (13/12/2019).

Dengan bermodal bandara baru YIA, dia optimistis target tersebut bakal tercapai. Hanya saja, Singgi Raharjo memberikan catatan dengan menambah rute penerbangan langsung atau direct flight ke bandara Yogyakarta dari luar negeri.

AYO BACA : UN Dihapus, Pemda DIY: Harus Ada Instrumen Pengukur Kompetensi

"Mereka akan berhitung kalau masih transit karena pasti membutuhkan banyak waktu dan uang. Kalau bisa, ditambah direct flight, maka kami optimis satu juta wisman bisa tercapai," katanya.

Dalam lingkup Asia, dia menambahakn, jika ada tambahan penerbangan langsung dari Bangkok, Thailand ke Yogyakarta, secara otomatis wisatawan asing juga merencanakan berkunjung ke Yogyakarta. Terlebih dua kota ini sudah kian dikenal memiliki destinasi wisata kelas internasional.

"Jadi, ketika wisatawan sudah sampai di Bangkok, kenapa tidak sekalian ke Yogyakarta. Tentunya promosi wisata juga harus kuat," ucap dia.

Penambahan slot penerbangan langsung, menurut Singgih Rajarjo, rencananya dimulai pada April 2020. Saat ini baru ada dua penerbangan langsung ke Yogyakarta, yakni dari Malaysia dan Singapura. Dia barharap direct flight ini dapat bertambah dari negara-negara Timur Tengah, ASEAN, hingga Australia.

"Itu bagian dari upaya agar para wisatawan memiliki akses yang lebih cepat dan murah," katanya.

AYO BACA : Adakah Risikonya Hidup dengan 1 Ginjal Seperti Vidi Aldiano?

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar