Dinkes Sleman Belum Tahu Sebab Keracunan Massal Buruh PT MTG

  Jumat, 13 Desember 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Buruh PT MTG keracunan massal (ANTARA/ Victorianus Sat Pranyoto)

SLEMAN, AYOYOGYA.COM -- Dinas Kesehatan Sleman belum bisa memastikan sebab ratusan buruh PT Mataram Tunggal Garmen (MTG) keracunan.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinkes Kabupaten Sleman, Novita Krisnaini menerangkan hingga saat ini pihaknya masih melakukan investigasi.

"Hingga kini Penyelidikan Epidemiologi (penularan penyakit) masih kami lakukan. Jadi ada 1.800 pegawai yang harus kami tanyakan untuk disinkronkan dengan uji lab kami. Dinkes tidak bisa serta merta menyebut bahwa salah satu makanan yang menjadi penyebabnya. Jadi ada tahapan sendiri untuk menentukan mana yang jadi penyebab karyawan keracunan," terang Novita, Jumat (13/12/2019).

AYO BACA : Renovasi, Stasiun Lempuyangan Akan Lebih Megah

Novita menambahkan untuk mengetahui makanan mana yang jadi penyebab keracunan, tak hanya menguji sampel makanan saja. Identifikasi terhadap buruh juga harus dilakukan karena mereka yang langsung mengonsumsi katering.

"Jadi kami harus menanyakan satu-satu terhadap buruh yang kontak langsung dengan makanan. Nantinya baru di kroscek dengan hasil uji lab," katanya.

Menurut Novita mewawancarai ribuan buruh garmen itu perlu dilakukan agar memaksimalkan hasil penyelidikan epidemiologi.

AYO BACA : Puluhan Rumah di Desa Selomartani Tergusur Proyek Tol

"Jika tidak semua kami tanyakan, hasil uji labnya tidak maksimal. Sehingga nantinya menjadi rancu karena makanan itu dikonsumsi seluruh buruh di perusahaan tersebut," kata dia.

Novita mengungkapkan butuh waktu satu bulan untuk melakukan identifikasi.

"Karena harus mewawancarai jumlah pegawai yang mencapai ribuan, hal ini menjadi kendala kami. Namun kami terus memantau dan mengawasi peredaran dan pengujian hasil tersebut," ungkapnya.

Sebelumnya, sebanyak 105 buruh PT Mataram Tunggal Garment (MTG) di Dusun Balong, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, mengalami keracunan pada Kamis (5/12/2019). Hal itu diduga karena buruh menyantap makan siang dengan lauk yang disediakan pihak katering. Ratusan buruh dilarikan ke RS Panti Nugroho, Sleman untuk mendapat pertolongan pertama.

AYO BACA : UN Dihapus, Syafii Maarif: Jangan Serampangan, Ini Bukan Gojek

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar