Gatot Saptadi Mundur dari Bakal Calon Bupati Sleman

  Jumat, 01 November 2019   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Mantan Sekda Provinsi DIY Gatot Saptadi (Sumber: Republika.co.id)

SLEMAN,  AYOYOGYA.COM -- Ketua DPC PDIP Kabupaten Sleman Koeswanto mengungkapkan bahwa mantan Sekda Provinsi DIY Gatot Saptadi mundur dari pendaftaran bakal calon bupati pada Pilkada Sleman 2020.

"Benar Gatot Saptadi mundur dari pendaftaran bakal cabup Sleman. Dua minggu lalu yang bersangkutan menghubungi saya," kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Sleman Koeswanto di Sleman, Jumat (1/11/2019).

Untuk diketahui, PDIP Sleman sebelumnya telah mengusulkan tujuh nama ke DPP PDIP. Dua nama untuk bakal calon bupati dan lima nama untuk bakal calon wakil bupati.

Dua bakal calon bupati dari eksternal partai yang berasal dari kalangan birokrat. Salah satunya berasal dari lingkungan Pemkab Sleman, sedangkan calon yang lain dulunya merupakan mantan pejabat di Pemprov DIY.

AYO BACA : Bupati Bantul Minta OPD Percepat Serapan Anggaran

Koeswanto tidak membeberkan alasan mundurnya Gatot Saptadi dari bursa bakal calon bupati.

"Mundurnya Gatot tidak jadi masalah. Hanya waktu itu bilang, mohon maaf saya mundur," katanya.

Kondisi saat ini menjadi angin segar bagi salah satu bakal calon bupati yang juga maju lewat PDIP, karena menjadi satu-satunya yang diajukan ke DPP PDIP.

"Namun kami belum bisa memastikan apakah calon tersebut mendapat rekomendasi dari DPP atau tidak. SK belum turun dari DPP, saya tidak mau mendahului," ujarnya.

AYO BACA : Pemkab Nyatakan Tahapan Pilkada dan Pilkades di Bantul Tak Bersinggungan

Saat ditanya identitas bakal calon bupati yang tersisa, Koeswanto masih belum bersedia menyebutkan namanya.

Koeswanto juga belum bisa memastikan pengumuman resmi mengenai bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung oleh PDIP Sleman.

"Pengumuman tergantung DPP tapi kemungkinan belum dalam waktu dekat ini," imbuhnya.

Sedangkan Gatot Saptadi saat dikonfirmasi terkait pengunduran dirinya dari PDIP memilih untuk tidak banyak berkomentar.

"Ini merupakan bagian dari penjaringan tiap-tiap partai. Lebih baik konfirmasi ke partai saja. Yang mengikuti dinamikanya kan partai. Saya kan bukan orang partai. Kalau seperti itu menurut saya ada proses penjaringan, tanya aja ke partai," katanya.

AYO BACA : Antisipasi Konflik Masyarakat, Sleman Luncurkan Aplikasi Si Deni

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar