Kepatuhan Pada Protokol Pengaruhi Kepercayaan Wisatawan Datang ke Jogja

  Jumat, 03 Juli 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi wisata Jogja -- abdi dalem Keraton Yogyakarta. (Unsplash/Agto Nugroho via Suara.com)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Kepatuhan terhadap protokol kesehatan jadi kunci utama yang memengaruhi kepercayaan wisatawan mancanegara mengunjungi objek wisata saat new normal.

"Tapi tanpa itu jangan terlalu ambisius berharap turis akan datang ke Tanah Air," kata pakar pariwisata Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Janianton Damanik, Jumat (3/7/2020).

Menurutnya, jika masyarakat tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan maka harapan terhadap wisman sulit untuk terwujud. Wisman, kata dia, memerlukan jaminan keamanan berbasis fakta. 

Tidak hanya aman di destinasi wisata, tetapi juga keamanan saat berinteraksi dengan masyarakat tanah air yang telah menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Melihat kondisi masyarakat Indonesia dalam menjalankan protokol kesehatan, Janianton merasa ragu dapat menarik wisatawan mancanegara berkunjung. 

Sebab, masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Padahal, kunci utama membangun kepercayaan wisman adalah kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan.

"Di jalan-jalan banyak terlihat orang bergerombol tanpa memakai masker, kalau wisman lihat tidak akan lagi menggubris promosi yang kita sampaikan jika masyarakat sudah taat protokol kesehatan," kata dia seperti dilansir dari Antara dan Republika.co.id.

Situasi saat ini disebutkan Janianto, menjadi sebuah pembelajaran bahwa jaminan keamanan dari wabah merupakan hal yang sangat penting dalam sektor pariwisata. Karena itu, dalam kondisi saat ini hal utama adalah bagaimana membuat wisatawan percaya bahwa detinasi wisata Indonesia aman.

Belajar dari pandemi ini, pelaku pariwisata juga diharapkan tidak lagi fokus dalam mengejar target jumlah pengunjung ke detinasi wisata namun lebih menguatamakan kualitas.

"Jadi hanya menarik orang yang benar-benar melakukan aktivitas wisata bukan hanya sekadar hura-hura, tapi yang mau belajar di destinasi wisata. Buat paket wisata berkualitas tinggi yang memiliki nilai lebih dan ini menjadi tantangan bagi pelaku usaha pariwisata," kata dia.

Selain itu, ia juga menekankan pengelola/pelaku pariwisata membuat sistem baru untuk manajemen pengunjung berbasis digital. Dengan begitu terdapat pengaturan waktu dan jumlah pengunjung di destinasi wisata yang diharapkan dapat menghindari penularan virus corona.

"Sistem manajemen pengunjung di destinasi wisata ini menjadi salah satu target perubahan di new normal," kata Kepala Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM ini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar