Sleman Gencarkan Sosialisasi Anti-KDRT Selama Pandemi

  Senin, 29 Juni 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi kekerasan. (Pixabay)

SLEMAN, AYOYOGYA.COM -- Sosialisasi anti-kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tengah digencarkan selama pandemi Covid-19.

"Sosialisasi kami lakukan dengan berkeliling di tengah masyarakat dengan menggunakan kendaraan 'Sie Molin' atau Sosialisasi Informasi dan Edukasi dengan Mobil Perlindungan," kata Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Sleman Is Cahyawati, Minggu (28/6/2020).

Menurutnya, dalam kegiatan "Sie Molin" salam masa pandemi Covid-19 ini juga ikut mengedukasi masyarakat terkait upaya mencegah penyebaran virus corona.

"Mobil ini berkeliling di tempat yang masih banyak kerumunan masyarakat di masa pandemi Covid-19. Kami memberikan sosialisasi, informasi, edukasi terkait dengan pencegahan penyebaran Covid-19, menjaga harmonisasi di dalam keluarga selama berada di rumah di masa pandemi, serta memberikan layanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan," katanya seperti dilansir dari Antara dan Republika.co.id.

Ia mengatakan, layanan "Sie Molin" ini, dinilai komprehensif dan aplikatif memuat upaya promotif, preventif, rehabilitatif, dan kuratif.

"Dengan layanan ini, kebutuhan masyarakat yang mengalami kekerasan namun tidak bisa membuat laporan langsung bisa dilayani," katanya.

Cahyawati mengatakan, "Sie Molin" ini beroperasi tidak hanya di desa-desa tetapi juga ke tingkat dusun secara mobile.

"Layanan ini cukup sukses dan diterima di masyarakat. Hal itu terbukti karena mampu meningkatkan pengaduan masyarakat melalui daring sosial media. Layanan ini juga bisa menjangkau langsung kepada korban dan tidak membutuhkan biaya yang besar namun memiliki manfaat yang besar khususnya bagi perempuan dan anak korban kekerasan dan masyarakat," katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini mengatakan selama pandemi Covid-19 pihaknya tetap memberikan sosialisasi dan pelayanan dengan mobil pelindung.

"Dengan Sie Molin ini, petugas tetap bisa mengedukasi masyarakat selama pandemi. Kalau ada kasus, petugas juga siap untuk jemput bola. Kami juga memiliki tim psikolog untuk menangani korban kekerasan perempuan dan anak," katanya.

Ia mengatakan, pada awalnya sempat ada kekhawatiran munculnya pandemi Covid-19 yang mendorong masyarakat untuk tetap tinggal di rumah dapat meningkatkan kasus kekerasan dalam rumah tangga.

"Apalagi pandemi Covid-19 menimbulkan masalah ketidakstabilan ekonomi masyarakat. Namun hipotesa tersebut tersebut tidak terbukti. Berdasarkan laporan yang kami terima sejak Maret, April, Mei dan Juni ini, kasus KDRT justru mengalami penurunan dan tidak mengalami kenaikan yang siginifikan," katanya.

Mafilindati mengatakan, berdasarkan data, jumlah pengaduan KDRT yang diterima pada Maret hanya 10 kasus, April turun menjadi delapan kasus, Mei empat kasus dan Juni ini hanya dua kasus.

"Juni ini hanya dua kasus yang setelah dicek ternyata aduan tersebut sudah muncul sebelum adanya pandemi. Yang jelas sampai Juni ini tidak ada peningkatan kasus yang siginifikan," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar