Peneliti UGM: Senyawa Jeruk Berpotensi Cegah Covid-19

  Jumat, 03 April 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi Jeruk [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

SLEMAN, AYOYOGYA.COM — Peneliti Fakultas Farmasi UGM menemukan senyawa potensial mencegah Covid-19.

Salah satunya senyawa yang terkandung dalam jeruk. Dari studi 'Revealing the Potency of Citrus and Galangal Cobstituents to Halt SARS-CoV-2 Infection' didapatkan jeruk mengandung senyawa flavonoid yakni hesperidin yang lebih tinggi potensinya dibanding senyawa herbal lain. Seperti lengkuas, secang, maupun kunyit.

Studi sendiri dilakukan Rohmad Yudi Utomo, Dr. Muthi Ikawati dan Prof. Edyi Meiyanto yang sudah diterbitkan di jurnal internasional non peer-reviewed, Preprints, grup MDPI (2020).

"Studi skrining secara komputasi memakai senyawa aktif keempat tanaman bahan herbal itu diketahui senyawa tanaman jeruk, khususnya hesperidin, memiliki potensi yang paling kuat disusul senyawa lengkuas, secang, dan kunyit," kata Muthi, Rabu (1/4/2020).

Senyawa hesperidin dari sejumlah penelitian lalu diketahui memiliki manfaat sebagai imunomodulator (tingkatkan imunitas), antiinflamasi dan antioksidan. Jeruk jadi bahan alami yang baik untuk mencegah betacoronavirus. "Termasuk, SARS-CoV-2 yang merupakan penyebab Covid-19," ujar Muthi.

Saat ini, terapi virus corona memakai Lopinavir dan Nafamostat. Komputasi yang mereka lakukan menunjukkan beberapa senyawa uji menampilkan kemampuan lebih mudah berinteraksi ke target virus dibanding lopinavir dan nafamostat.

"Dibanding kedua obat itu, senyawa uji menunjukkan kemampuan berinteraksi dengan target dalam virus yang setara atau bahkan lebih kuat," kata Muthi.

Senyawa jeruk itu bisa mengikat lebih kuat dengan mudah pada protein target di virus maupun sel inang. Jadi, senyawa di jeruk membuat blokade yang menghambat perkembangan virus menginfeksi sel inang maupun mereplikasi diri.

Untuk itu, jeruk sangat direkomendasikan diteliti lebih lanjut potensinya sebagai bahan obat bisa mencegah infeksi virus masuk ke tubuh. Studi lain, hesperidin dilaporkan mampu menghambat replikasi virus influenza A.

Baik di model sel dan hewan uji, serta pernah digunakan dalam beberapa uji klinis (data clinicaltrial.gov). Muthi menjelaskan, senyawa antivirus kandungan berupa hesperidin di jeruk paling banyak terdapat dalam kulitnya.

Jadi, jika ingin mendapat kandungan hesperidin disarankan konsumsi jeruk bisa diolah jadi hidangan manis seperti marmelade. Bisa pula dibuat jadi infused water tanpa mengupas kulitnya, seduhan jamu (empon-empon) atau teh.

"Semua jenis jeruk bisa digunakan karena mengandung hesperidin, sehingga dalam pemanfaatannya tidak usah pilih-pilih," ujar Muthi.

Hasil studi komputasi yang dilakukan tim membuka potensi ke depan terkait penelitian dan pemanfaatan herbal dalam penanganan Covid-19. Selain itu, menambah wawasan masyarakat soal potensi herbal, khsususnya kulit jeruk.

Penemuan ini membuka potensi ke depan mengenai penelitian dan pemanfaatan herbal dalam penanganan Covid-19. Sekaligus, menambah wawasan bagi masyarakat mengenai potensi herbal, khususnya kulit jeruk.

"Riset baru di tahap komputasi, ke depan perlu dilakukan uji lanjutan pada sel, hewan coba, hingga manusia untuk mengetahui efektivitasnya," kata Muthi. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar