Akibat Corona, Jumlah Kendaraan Turun, Kualitas Udara Kota Jogja Bagus

  Selasa, 24 Maret 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Lalu lintas di kawasan Malioboro terpantau sepi pengendara dan wisatawan, Selasa (24/3/2020). [Suarajogja.id / M Ilham Baktora]

KOTA YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM — Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta mengatakan bahwa belakangan ini kualitas udara di wilayahnya menjadi lebih baik.

Hal itu diduga dari berkurangnya lalu lintas kendaraan yang beroperasi di Kota Gudeg karena wabah virus Corona.

Kepala DLH Yogyakarta, Suyana menjelaskan bahwa indeks kualitas udara dari alat berupa Air Quality Monitoring System (AQMS) dalam seminggu terakhir menunjukkan indikator hijau.

"Artinya kualitas udara di Yogyakarta beberapa hari terakhir ini bagus. Hari ini (Selasa-red) dari indeks kualitas udara menunjukkan warna hijau yang artinya baik," kata Suyana dikonfirmasi, Selasa (24/3/2020).

Suyana tak menampik jika laju lalu lintas di beberapa jalur kota berkurang. Hal ini menurutnya yang menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kualitas udara di Yogyakarta.

"Bisa jadi (berkurangnya) kendaraan menjadi faktor kualitas udara menjadi bagus. Karena memang ada parameter dan penghitungan sendiri dari mutu baku kendaraan. Namun memang ada perubahan kualitas yang bagus sejauh ini," tambahnya.

Kota Yogyakarta sendiri, kata Suyana, biasanya mengalami grafik perubahan kualitas udara menjadi tidak baik sekitar pukul 06.30 hingga pukul 11.00 WIB. Menurunnya kualitas udara ini akan bertahan hingga pukul 11 malam.

"Lepas pukul 23.00 WIB indeks kualitas udara kembali bagus hingga nanti pukul 06.30 WIB," jelas dia.

Suyana juga mengatakan, sejak seminggu terakhir indikator kualitas udara menunjukkan warna hijau dan terjadi tiap hari. Pada jam-jam yang biasanya ramai kendaraan dengan kualitas udara yang buruk, kini menunjukkan indeks kualitas udara yang baik.

"Aktivitas masyarakat Yogyakarta memang bergantung dengan kendaraan. Sehingga berkurangnya lalu lintas ini cukup mempengaruhi," katanya.

Disinggung apakah kawasan Malioboro juga mengalami perubahan serupa, Suyana tak bisa memastikan. Pasalnya alat AQMS yang dipasang secara stasioner(satu titik) menghitung kualitas udara secara umum.

"Tiga per empat kota Jogja dapat tercover dengan alat ini. Artinya tidak bisa fokus terhadap satu kawasan atau wilayah. Jadi penghitungannya secara umum. Hasilnya udara di Jogja lebih baik saat ini," ungkap dia.

Diwawancarai terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif mengaku terdapat penurunan lalu lintas kendaraan hingga 60 persen di Kota Jogja. Hal itu menyusul dengan kebijakan pemerintah agar masyarakat tak beraktifitas diluar rumah karena merebaknya COVID-19.

"Seiring kebijakan (pemerintah) soal sekolah di rumah, kampus-kampus melakukan Study From Home, ada penurunan lalu lintas kendaraan. Secara umum tidak terpaku pada satu spot tertentu hanya sekitar 30-40 persen jumlah kendaraan di jalan raya (Kota Yogayakarta)," ungkap Agus.

 

 

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar