Pemda DIY Tak Beri Bantuan Hukum Pada Pihak SMPN 1 Turi

  Senin, 24 Februari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Gubernur DIY Sri Sultan HB X (SUARA/Putu)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM — Pemda DIY tak akan memberikan bantuan hukum terhadap pihak SMPN 1 Turi dan para pembina pramuka usai insiden tewasnya 10 siswi dalam kegiatan susur Sungai Sempor pada Jumat (21/2/2020).

Sebab kejadian tersebut murni kelalaian sekolah yang mengajak 249 siswa untuk ikut program kepramukaan tersebut meski di musim penghujan.

"Nggak ada bantuan hukum karena tidak ada aturan. Dia (kepsek dan pembina pramuka) yang bertanggungjwab," ujar Gubernur DIY, Sri Sultan HB X di Hotel Tentrem, Senin (24/02/2020).

Menurut Sultan, pemda juga tidak akan menutup kawasan Desa Wisata Dukuh Sempor di Donokerto, Turi, Sleman tersebut maupun kawasan wisata yang dekat dengan sungai lainnya. Sebab kelalaian pembina pramuka tidak ada kaitannya dengan desa wisata tersebut.

Kawasan wisata tersebut memiliki pemandu dan pengelola untuk kegiatan susur sungai. Sementara saat terjadi tragedi susur sungai, pihak sekolah tidak melaporkan atau meminta ijin kegiatan mereka ke pengelola desa wisata.

Apalagi dari kasus yang terjadi, susur sungai yang dilakukan para siswa sekitar 1 km jauhnya. Padahal berdasarkan rekomendasi dari pengelola desa wisata, susur sungai hanya dilakukan sepanjang 500 meter.

Pihak sekolah juga tidak mengindahkan potensi hujan dan banjir yang kemungkinan terjadi di sungai. Padahal sesuai prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kawasan Sleman Utara berpotensi hujan lebat dan banjir bandang.

"Kita kan sudah mengeluarkan (aturan) lewat BPBD jangan dekat-dekat sungai. (kawasan wisata) tidak perlu dibatasi," imbuhnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar