Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Ombudsman Minta Kegiatan Luar Sekolah Dievaluasi

  Jumat, 21 Februari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Petugas BPBD, TRC, dan Basarnas Sleman dan DIY mengangkut kantong jenazah dari ambulans untuk diidentifikasi di Klinik Pratama SWA, selanjutnya dikirim ke RS Bhayangkara, Jumat (21/2/2020), pascatragedi siswa SMPN 1 Turi hanyut. - (Suara.com/Baktora)

SLEMAN, AYOYOGYA.COM — Ombudsman RI Perwakilan DIY (ORI DIY) mendesak Bupati Sleman Sri Purnomo untuk segera mengevaluasi kegiatan luar sekolah yang berisiko. Hal itu menyusul insiden siswa SMPN 1 Turi yang hanyut di Sungai Sempor saat berkegiatan Pramuka, Jumat (21/2/2020) sore.

Perwakilan Ombudsman RI terus mengikuti perkembangan penanganan bencana tersebut. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan melakukan investigasi.

"Bupati Sleman diharapkan segera menginstruksikan kepada seluruh sekolah agar membatalkan semua kegiatan siswa di outdoor yang berisiko bencana alam, karena situasi cuaca yang ekstrem saat ini dan untuk waktu mendatang," kata Kepala ORI DIY, Budi Masturi, Jumat malam.

Pemkab Sleman dinilai perlu memberikan fasilitasi dan dukungan penuh kepada Tim SAR dalam pencarian siswa yang masih hilang. Jadi, tim SAR bisa mencari adn mengevakuasi korban secara maksimal.

"Tetapi dalam waktu dekat ini prioritaskan dulu proses evakuasi dan rehabilitasi mental korban dan keluarga," ujarnya.

Seperti diketahui, kegiatan susur sungai SMPN 1 Turi diikuti 256 siswa kelas VII dan VIII. Sebanyak 239 siswa sudah melaporkan diri ke sekolah.

Dalam tragedi ini, enam siswa dinyatakan meninggal dunia hingga Jumat Malam. Pihak kepolisian dan Tim SAR masih mencari sejumlah siswa yang hilang.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar