Viral Siswa SD di Jogja Jadi Korban Bullying hingga Harus Operasi Usus

  Jumat, 21 Februari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi Bullying (MgRol_93/Republika)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM — Kasus bullying atau perundungan masih belum berhenti. Kali ini, seorang siswa SD di Yogyakarta disebutkan menjadi korban hingga mengalami luka di usus dan tak bisa makan serta buang air besar secara normal.

Peristiwa ini telah diketahui publik setelah akun @Mummy_Nduty membagikannnya di Twitter pada Rabu (19/2/2020) hingga viral. Ribuan akun telah me-retweet utas yang ia bagikan.

"Ada apa sih dengan anak sekolah sekarang ini? Anak SD pun sudah mulai gila! Ortu halo ortu, tolong anak-anaknya diperhatikan dengan baik ya. Guru-guru di sekolah please deh lu pada digaji buat ngedidik anak-anak jadi bener, bukan malah cuci tangan dan cari alesan lain buat ngehindar,"tulisnya.

Di pembuka utasnya, @Mummy_Nduty menyertakan tangkapan layar percakapan di WhatsApp soal korban. Menurut obrolan tersebut, pada Senin (27/1/2020) korban, yang masih kelas 1 SD, dipukuli kakak kelasnya yang duduk di kelas 6 saat akan salat duha.

Keesokan harinya korban tak masuk sekolah karena sakit perut hingga ia harus bolak-balik ke RSKIA Sadewa Depok, Sleman, kemudia dirujuk ke RS Bethesda Jogja.

Beberapa hari kemudian di RS Bethesda, korban diharuskan menjalani operasi karena ususnya mengalami luka berat dan infeksi sampai mengeluarkan banyak nanah.

Karena kondisi yang parah tersebut, korban disebutkan tak bisa makan selama seminggu dan hanya bisa mendapat asupan saripati lemak dari rumah sakit. Tak hanya itu, ia juga tak bisa buang air secara normal.

"Terus selama tiga bulan anaknya kalau pipis, pup lewat perut, dibuatkkan saluran khusus. Tiga bulan lagi kalau sudah baikan, dioperasi lagi, baru dikembalikan seperti semula,"tulis pengirim dalam percakapan WhatsApp yang diunggah @Mummy_Nduty.

 

6-A356-FC4-6-A9-F-467-A-9855-D3-A97-E670-DA0

Viral utas di Twitter soal bocah SD di Jogja yang menjadi korban bullying- (Twitter/@Mummy_Nduty)

 

Sang ibu pun, menurut orang yang berkiriman pesan dengan @Mummy_Nduty, selalu mengirim hasil pemeriksaan korban dari rumah sakit ke wali kelas korban, tetapi responsnya justru mengecewakan.

"Wali kelasnya bilang, mungkin karena anaknya itu pola makannya tidak baik, usus buntu, Bu, dll. PAdahal usus buntu dan lain-lain bagus, anaknya makan dan minum bagus,"ungkapnya.

Ia menambahkan, selama ini korban dikenal sebagai anak yang pendiam, tak seperti anak laki-laki kebanyakan. Bahkan, setelah dipukuli, ia tak langsung menceritakan kejadian tersebut dan baru bilang pada Selasa (4/2/2020), atau seminggu lebih pascainsiden.

"Dokternya bilang, kemungkinan besar karena hantaman, tekanan yang membuat sobek, luka, iritasi usus. Karena lama tidak diperiksakan, jadi mengeluarkan nanah,"terangnya.

Menurut penjelasannya, ibu korban pun berencana memindahkan anaknya ke sekolah lain akibat perundungan ini.

Telah dikonfirmasi wartawan, Kepala Humas dan Marketing RS Bethesda Adiatno Priambodo, Jumat (21/02/2020), membenarkan ada kesamaan cerita di Twitter dan Facebook dengan salah satu pasien yang masuk ke RS Bethesda.

Pasien anak berinisial SAGH (9) menjalani operasi di bagian perut pada Kamis (13/2/2020) dan ditangani dua dokter bedah anak.

"Namun kami belum mendapatkan hasil diagnosis dari dokter yang melakukan operasi karena saat ini belum bisa ditemui," jelasnya.

 

 

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar