Fakta di Balik Petugas Bandara Adisutjipto Temukan Penumpang Suspect Corona

  Kamis, 20 Februari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi, suasana di Bandara Adisucipto Yogyakarta - (SUARA/Baktora)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM — Virus corona masih menjadi perhatian bagi publik. Virus yang berasal dari Wuhan, China ini telah menewaskan ribuan korban.

Sebagai langkah antisipasi penyebaran virus yang berpotensi masuk ke Yogyakarta, PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta menggelar simulasi penanganan virus terkait, Kamis (20/2/2020).

Simulasi dimulai pukul 12.00 wib, berawal dari kedatangan penumpang Internansional di Terminal B dengan Maskapai Air Asia. Sejumlah penumpang satu persatu memasuki pintu kedatangan.

Sejumlah penumpang dari mancanegara secara bergantian melewati alat berupa Body Thermal Scanner untuk mengecek suhu tubuh masing-masing. Petugas secara teliti melihat monitor untuk memastikan suhu tubuh penumpang yang masuk tak melebihi dari 37,5 derajat.

Selama 15 menit berlalu petugas hampir tak menemukan penumpang yang mengalami suhu tubuh tinggi. Namun, di akhir barisan penumpang internasional, petugas memberi tanda bahwa satu orang memiliki suhu tubuh yang melebihi batas orang normal.

Tak butuh waktu lama, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bandara setempat langsung memberi masker kepada penumpang dan diarahkan ke ruangan khusus. Sejumlah petugas memberi penanganan.

Usai memberi penanganan, sejumlah petugas lain dengan pakaian putih dan kuning tertutup rapat datang membawa semacam tas berisi cairan desinfektan. Dengan sigap petugas menyemprot desinfektan kepada penumpang lalu membawanya ke mobil ambulans untuk ditangani di RSUP Dr Sardjito.

Manager Senior Operasional dan Pelayanan Bandara Internasional Adisutjipto, Riyaman menerangkan, simulasi ini merupakan upaya PT Angkasa Pura I memberi kenyamanan kepada penumpang.

"Simulasi ini adalah instruksi dari kementerian BUMN kepada PT Angkasa Pura untuk menggelar simulasi. Jadi usai simulasi, kami akan mengevaluasi kegiatan ini karena masuk dalam bagian SOP. Sehingga nantinya kenyamanan penumpang tetap terjaga," jelas Riyaman diwawancarai di sela-sela simulasi.

Riyaman menjelaskan dalam sehari sekitar 500-600 penumpang mancanegara yang datang dari luar negeri. Jika ditotal dengan keberangkatan, jumlah penumpang mancanegara mencapai 1.000 orang.

"Bandara Adisutjipto melayani penerbangan internasional dari Singapura dan Kuala Lumpur, Malaysia. Kami juga fokus kepada penumpang dari Singapura karena sudah ada satu suspect (terjangkit virus Corona). Namun, sejauh ini kami belum menemukan penumpang yang terjangkit virus itu di Bandara Adisutjipto," jelas dia.

Simulasi sendiri diikuti oleh petugas PT Angkasa Pura I. Selain itu kegiatan dikuti juga oleh 21 orang dari KKP dan berbagai instansi terkait.

Riyaman memastikan bahwa alat pengukur suhu tubuh yang berada di Terminal B atau kedatangan internasional bekerja baik. Selain itu sejak 2 Februari lalu bandara Adisutjipto juga telah membuka posko informasi tekait bagaimana penanganan dan pencegahan virus corona.

"Kami sudah menyiapkan posko terkait pencegahan virus ini. Artinya dengan informasi tersebut penumpang bisa memahami dan bersama-sama menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit termasuk kemungkinan virus itu," tambahnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar