Tergusur, PKL Colombo Ajukan Audiensi dengan Pemkab Sleman

  Senin, 17 Februari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Seorang pembeli mencoba kacamata yang dijual di sisi utara Jalan Colombo dekat simpang lima UNY, Selasa (11/2/2020). - (Suara.com/Baktora)

SLEMAN, AYOYOGYA.COM — Wacana penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Colombo oleh Pemkab Sleman mendapat respons dari para pedagang.

Melalui Paguyuban pedagang kaki lima (PKL) Jalan Colombo, mereka berharap adanya dialog dengan pihak Pemkab Sleman maupun Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

"Kami telah melayangkan surat permohonan audiensi dengan Bupati Sleman pada 28 Januari 2020. Namun hingga kini, belum memperoleh jawaban," kata salah satu PKL Jalan Colombo Jumadi di Sleman, Senin (17/2/2020) seperti dilansir dari Antara dan Suara.

Menurutnya, ada kekhawatiran dari para pedagang, pemkab tidak bersedia membuka ruang diskusi.

"Sejak ada isu rencana penertiban, para pedagang merasa gelisah. Melalui upaya audiensi, mereka berharap pemerintah mau menampung masukan dari PKL," katanya.

Sedangkan pedagang lainnya Cak To mengatakan selain kePemkab Sleman, pengurus paguyuban juga sudah berusaha menemui pihak kampus UNY karena lokasi jualan berada di dekat kampus tersebut.

"Dengan pihak UNY kami juga diminta menunggu jadwal pertemuan dengan rektor. Kami sudah datang, hanya saja rektor belum memiliki jadwal untuk bertemu," katanya.

Ia berharap ada win-win solution untuk memecahkan persoalan ini.

"Meski lapak berjualan ada di pinggir jalan, setidaknya ada sisa ruang yang sebenarnya bisa dimanfaatkan," katanya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi membenarkan adanya surat permohonan audiensi dari PKL Colombo.

"Saat ini posisi surat ada di Bagian Protokol dan menunggu penjadwalan," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar