Pengemudi Mobil di Bantul Tewas Tertimpa Pohon Beringin

  Jumat, 14 Februari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Hujan disertai angin kencang menyebabkan pohon beringin yang sudah berusia ratusan tahun di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul tumbang menimpa mobil dan pengemudi meninggal, Jumat (14/2/2020). - (Istimewa)

BANTUL, AYOYOGYA.COM — Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sebagian wilayah DIY mengakibatkan sejumlah kerusakan dan korban jiwa.

Paling banyak kerusakan tersebut diakibatkan pohon tumbang. Puluhan pohon tumbang terjadi di berbagai titik, mulai Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta.

Di Kabupaten Bantul, tepatnya di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, sebuah pohon beringin yang sudah berusia ratusan tahun tumbang menimpa mobil. Pohon itu tepat berada di perempatan Terong, yang jika ke selatan menuju ke Puncak Becici, barat ke Pleret, timur ke Dlingo, dan utara ke Patuk.

Pohon beringin berukuran cukup besar tersebut ambruk ketika sebuah mobil penumpang bernomor polisi AB 1185 HB melintas di bawahnya. Akibatnya, mobil mengalami kerusakan parah. Pengemudi, yakni Sarmidi, warga Bawuran, Pleret, Bantul, meninggal dalam kejadian ini.

Totok, warga setempat, menuturkan, Jumat (14/2/2020) sekitar pukul 14.30 WIB, hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan Dlingo. Sekitar pukul 16.30 WIB, tiba-tiba pohon beringin yang tepat berada di tengah perempatan roboh. Kebetulan di bawahnya ada sebuah mobil yang melintas dari arah Temuwuh menuju ke Bawuran.

"Tiba-tiba 'prak'. Ada batang yang menimpa tepat di kabin depan mobil tersebut," ujarnya, Jumat malam di lokasi kejadian.

Warga yang melihat kejadian tersebut berusaha menolong, tetapi terhambat besarnya pohon yang tumbang. Bahkan, untuk mengevakuasi pohon dari atas mobil, petugas harus menurunkan mobil derek atau crane meskipun batang pohon yang besar tersebut dipotong-potong terlebih dahulu.

Hingga pukul 19.30 WIB, proses evakuasi baru selesai dilakukan, mengingat tubuh Sarmidi terjepit. Tubuh Sarmidi berhasil dievakuasi, tetapi nyawanya sudah tidak bisa diselamatkan. Jasad Sarmidi langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Beredar informasi di lokasi kejadian, Sarmidi adalah seorang makelar mobil. Pada Jumat sore, Sarmidi baru saja membayar kendaraan di Desa Temuwuh Dlingo. Mobil yang baru saja dibayar itu adalah yang dibawanya saat tertimpa pohon. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar