Tahun Politik, Apdesi Bantul Diimbau Indepeden

  Jumat, 07 Februari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Bupati Bantul Suharsono (kanan). [Dok. Pemkab Bantul]

BANTUL, AYOYOGYA.COM — Pada 2020, merupakan tahun politik bagi berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bantul, DIY.

Bupati Bantul Suharsono mengingatkan para pengurus Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia atau Apdesi Kabupaten Bantul untuk menjaga independensi, atau tidak terlibat politik praktis.

"Perlu saya sampaikan bahwasanya di tahun 2020, Kabupaten Bantul akan melaksanakan dua hajatan demokrasi, yakni Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada Juni, kemudian dilanjutkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di bulan September," kata Suharsono saat pelantikan Pengurus Apdesi Bantul 2020-2025 di Bantul, Kamis (6/2/2020).

Suharsono lantas meminta dan mengajak keluarga besar Apdesi, yang beranggotakan kepala desa dan perangkat desa se-Bantul, supaya menunjukkan bahwa Bantul adalah kabupaten yang memiliki kematangan demokrasi.

"Meskipun ada perbedaan , semua itu tetap sebagai sebuah semangat demokrasi. Saya berkeinginan, mudah-mudahan di tahun politikini, banyak ide baru muncul. Jadi semua hajatan demokrasi yang kita laksanakan akan bisa mencerahkan warga masyarakat," katanya.

Suharsono juga meminta agar Apdesi bersatu padu dalam kebersamaan untuk membangun Bantul, dengan diawali dari desa masing-masing. Apalagi, sekarang ini tantangan tugas dan amanah yang diemban aparatur pemerintah makin berat.

"Kita menghadapi zaman yang cepat berubah. Kita berada dalam lingkup masyarakat yang meliputi warga global, hingga generasi digital. Tuntutan publik terhadap pemerintah desa dan pemerintah daerah makin tinggi dan terbuka, karena itu perlu sikap yang tepat dan cerdas dalam merespons tuntutan masyarakat," ujar dia.

Ditemui usai pelantikan, Ketua Apdesi Bantul Ani Widayani sendiri mengungkapkan, Apdesi merupakan wadah dan sarana komunikasi, fasilitasi, koordinasi, mediasi, dan perjuangan bagi pemerintah desa dan masyarakat desa, sehingga harus bersifat independen dan tidak terlibat dalam politik praktis.

"Kalau kami organisasi independen, sehingga tidak berkecimpung atau masuk di kegiatan yang politik praktis, kami adalah mendampingi semua desa dan otomatis pamong desa, masyarakat desa menuju desa-desa di Bantul yang maju dan mandiri, sejahtera, adil dan demokrasi," terang dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar